Kekurangan Tenaga Medis, Sarana Kesehatan Hanya Ditempati Jin dan Setan

image

Musrenbang Kab Sampang

Sampang,maduracorner.com – Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sampang tahun 2015, senin (23/03/2015) pagi diwarnai dengan sejumlah sindiran tajam Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah. Bahkan, terkesan pedas dan memerahkan telingan para pejabat setempat yang hadir dalam acara yang digelar di Pendopo Sampang ini.

Sindiran pertama dilontarkan Imam Ubaidillah terhadap panitia pelaksana Musrenbang yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sampang. Ia tampak kesal karena panitia dinilai tidak memperhatikan podium yang dinilai terlalu tinggi untuk ukuran tubuhnya.

“Mohon maaf para hadirin, apabila tidak bisa melihat saya. Ini kesalahan panitia, sudah tau yang akan berbicara (pidato) orangnya pendek tapi mimbarnya tinggi,”sindir Imam sebelum memulai pidato penyampaian pokok pemikiran DPRD Kabupaten Sampang.

Imam kembali melontarkan sorotan tajam dalam bidang kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh Masyarakat. Menurutnya, kurangnya sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) juga berdampak pada tidak tepatnya sasaran. Sehingga BPJS hanya bisa dinikmati oleh orang kaya. Ia pun menyatakan, perlunya validasi dan verifikasi data kepersertaan BPJS.

Sindiran lebih tajam dikatakan Imam saat berbicara tentang kondisi sarana dan prasarana kesehatan yang ada di Sampang. Hal ini dikarenakan minimnya tenaga medis di kabupaten berjuluk Kota Bahari tersebut.

“Memang saat ini banyak Poliklinik Desa (Polindes) maupun Pos Pelayanan Terpadu (Postu) di Sampang. Namun hanya ada bangunannya saja. Sementara tenaga kesehatanya tidak ada. Jadi banguanan tersebut hanya ditempati jin dan setan,”lontar Imam dengan pedas.

Selain itu, Imam berharap pihak pemkab setempat maupun Pemprop Jatim juga bisa segera membangun Rumah Sakit (RS) di wilayah pantura. Sebab selama ini, warga pantura selalu kesulitan saat hendak berobat. Warga yang berdiam di Kecamatan Ketapang, Sokobenah dan Banyuates banyak yang ke RSUD Kabupaten Bangkalan karena dinilai lebih dekat.

“Kalau orang pantura sakit pasti berobat ke Bangkalan. Kalau ke rumah sakit Sampang, takut tambah parah sakitnya. Sebab jaraknya lebih jauh ditambah lagi dengan kondisi jalan yang rusak dan berliku-liku,”tegasnya Imam tanpa tedeng aling-aling. (son/mad)

Penulis : S Umar Al Farouq
Editor  : Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia