Keluarga Pernah Melarang Puasa Senin Kamis Kepada Muti’ullah

Sumenep, maduracorner.com – Keluarga Muti’ullah (35) selaku tersangka dalam pembantaian keluarganya sendiri, di Desa Ketawang Larangan, Kecaatan Ganding, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, sempat dilarang berpuasa senin kamis oleh pamannya, usai melakukan puasa selama 40 hari.

Permintaan pamannya tersebut ditolak mentah-mentah. Karena tekat dan keinginan Muti’ullah sangat kuat untuk melakukan puasa senin kamis, pihak keluarga akhirnya pasrah.

“Saya pernah melarang dia untuk berpuasa senin kamis, soalnya apabila tidak kuat akan berakibat fatal kepada dirinya sendiri dan keluarganya. Dan saya tidak dihiraukan, dia mengaku tidak akan terjadi apa-apa,” kata H. Roqib (paman pelaku saat ditemui di rumah sakit).

Lebih lanjut H. Roqib mengaku pernah menjelaskan panjang lebar dampak dari puasa sunna senin kamis apabila tidak kuat.

“Tetapi mahu bagaimana lagi, sudah terjadi seperti ini, ea kita terima saja meski hati tidak rela dengan kejadian ini,” ujarny dengan nada pasrah.

Sementara Kapolres Sumenep AKBP Rendra Radita Dewayana melalui Jaiman selaku Humas Polres berjanji akan mendatangkan psikiater dari polda jatim, untuk mengetes kejiwaan pelaku. Hal itu dikarenakan pernyataan pelaku dengan keterangan saksi di lapangan berbeda jauh.

“Polres akan mendatangkan tim ahli atau psikiater dari polda jatim, untuk memeriksa kejiawaannya Muti’ullah. Soalnya keterangan saksi sangat jauh beda dengan keterangan tersangka,” Kata Humas Polres Sumenep Jaiman.
     
Penulis :  Ari.                                             Editor : Gebril

Email Autoresponder indonesia