Keluarkan Pernyataan Nyeleneh, Warga Tanjung Bumi Dituding Menganut Aliran Sesat

Warga Tanjung Bumi Dibuat Resah | Oleh : Aryan

 

Suasana pertemuan di pendopo Kecamatan Tanjung Bumi-foto : Aryan/MC.com

Suasana pertemuan di pendopo Kecamatan Tanjung Bumi-foto : Aryan/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan– karena mengeluarkan pernyataan nyeleneh,  Jakfar (52) Warga Desa Macajeh, Kecamatan Tanjung Bumi  dituding  telah menganut aliran sesat oleh warga setempat.  Akibat pernyataan Jakfar yang menyatakan, Masyarakat kalau pagi-pagi mencari kotoran sapi, kemudian kotorannya ditaruh di atas kepalanya, sedangkan jika membaca al- qur’an di baca salah-salah, berarti kotoran sapi lebih mulia dari  Al-Qur,an. Karena pernyataan Jakfar itulah, kemudian dia di Undang ke Kantor Kecamatan Tanjung Bumi untuk di Klarifikasi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan,  KH Syarifuddin Damanhuri menyatakan, MUI mengundang Jakfar untuk dipertemukan dengan warga yang telah menuding bahwa Jakfar telah menganut aliran sesat. “Kami terpaksa mengundang dia (Jakfar) untuk menjelaskan pernyataannya dan dipertemukan dengan Camat, jajaran Muspika dan para tokoh agama di kecamatan Tanjung Bumi. Sebab warga merasa resah dan terganggu atas pernyataan yang pernah dilontarkan kepada masyarakat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami langsung bergerak cepat,” kata  ketua MUI Bangkalan, KH. Syarifuddin Damanhuri, saat dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa (24/12).

Dijelaskan dia, saat Jakfar dicercar dengan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pernyataannya dan disaksikan ratusan warga yang hadir dikantor Kecamatan. Dia menepis tudingan warga itu dengan argumennya yang mengatakan masyarakat telah salah tafsir dalam mengartikan pernyataanya itu.

“Dalam hal ini, warga salah paham dan salah mengartikan pernyataan yang dimaksud juga bukan merupakan penodaan terhadap agama Islam. Jakfar tidak termasuk aliran sesat, cuma masyarakat yang salah presepsi,” ungkapnya.

KH Syarifuddin meminta kepada Jakfar agar tidak mengulangi mengeluarkan pernyataan yang bersifat nyeleneh. Karena tidak semua warga bisa paham apa yang dia maksud. Sehingga tidak menimbulkan salah paham dan penafsiran yang membuat warga menjadi resah.

Dijelaskan KH Syarifuddin Damanhuri, sebelumnya warga Desa Macajah mau menggelar unjuk rasa kerumah Jakfar, akan tetapi, karena ada beberapa warga yang melapor peristiwa itu ke MUI Bangkalan, Maka MUI Bangkalan langsung berinisitif mengadakan pertemuan di kantor kecamatan untuk membahas kesalah pahaman tersebut.

“Alhamdullilah, dari hasil pertemuan itu akhirnya warga menjadi faham dengan pernyataan yang diungkapkan Jakfar. Saya harap kedepan nanti warga tidak resah lagi,” pungkas Syarifuddin Damanhuri. (yan/shb).

Email Autoresponder indonesia