Kemenpora Siapkan Modal Rp 15 Juta untuk Wirausahawan Muda Pemula

Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berupaya menumbuhkan semangat dan minat pemuda dalam beriwausaha. Bahkan, Kemenpora rela turun ke Madura untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda.

Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan mengatakan, secara statistik minat berwirausaha di kalangan pemuda mengalami penurunan. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.

“Saat ini, minat pemuda untuk berwirausaha justru sangat tinggi, karena ketersediaan peluang dan infastruktur. Seperti, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ucapnya usai mengisi pelatihan di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kamis (13/9/2018).

Menurutnya, Kemenpora mendapat mandat dari pemerintah untuk menumbuhkan sebanyak 4.000 wirausahawan muda pemula setiap tahun. Gerakan ini, merupakan implementasi program menumbuhkan satu juta wirausaha baru selama lima tahun pemerintahan Presiden Jokowi.

“Kami di Kemenpora berusaha menumbuhkan 20 ribu wirausahawan muda pemula selama lima tahun,” paparnya.

Imam menjelaskan, kewirausahaan sangat penting dan diperlukan bagi Indonesia. Sebab, para ahli pernah menyatakan bahwa kesejahteraan suatu bangsa, ditentukan oleh kecukupan pekerjaan wirausaha.

“Kami sangat optimis mampu mencapai target, karena mendapat dukungan dari perguruan tinggi swasta maupun negeri,” imbuhnya.

Kemenpora kata Imam, memiliki kewajiban dalam menyediakan akses permodalan bagi wirausahawan muda pemula yang tidak tersentuh oleh Bank, karena masuk kategori high risk atau berisiko tinggi dari segi permodalan.

Selain memberikan modal, Kemenpora juga memberikan pendampingan dalam memperbaiki mindset bisnis dan meningkatkan skill bisnis para pemula agar menjadi wirausahawan hebat di masa mendatang.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap wirausahawan muda pemula melalui dana hibah sebesar Rp 15 juta per orang tanpa mengembalikan modal,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi UTM, Faidal mengaku sejak 2015 telah concern di bidang inkubator bisnis. Kemudian, tahun 2016 memberanikan diri bergabung dalam assosiasi inkubator bisnis berbasis teknologi (AIBT).

“Kami sangat bersyukur mendapat dukungan penuh dari Kemenpora,” tandasnya.(*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad