Kementerian Kelautan Optimis Impor Garam Bisa Ditekan

548 views
Sosialisasi garam rakyat. foto : nizamuddin/mc.com

Sosialisasi garam rakyat. foto : nizamuddin/mc.com

 

Sosialisasi Pugar | oleh : nizamuddin

Maduracorner.com,Bangkalan-Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kembali melaksanakan program pemberdayaan usaha garam rakyat (pugar), Pemkab Bangkalan melakukan sosialisasi program pugar tahun 2013 di Aula Hotel Ningrat Bangkalan. Acara tersebut dibuka langsung Bupati Bangkalan RK. Makmun Ibnu Fuad S.E.
“Kegiatan ini merupakan salah satu strategi pemenuhan kebutuhan garam nasional. Sehingga dapat mengurangi jumlah impor garam. Selain itu, menjadi upaya swasembada garam nasional,” kata Bupati Makmun dalam sambutannya.

Dalam sosoalisasi yang dihadiri, camat, kades dan petani garam. Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Heri Gunawan Dulai mengatakan bahwa dengan adanya swasembada garam nasional di tahun 2012 kemaren, diharapkan dapat menekan kebutuhan impor garam.

“Sehingga garam impor yang notabanenya adalah industri, seharusnya sudah tidak begitu kita butuhkan lagi. Kita sudah melayangkan surat, pada kementrian terkait untuk menganalisa kembali terhadap garam impor. Pada prinsipnya (impor) tidak begitu diperlukan, sehinga harga jual dan produksi dari para petani garam kita akan lebih meningkat,” terang Heri.

Sesuai dengan kebijakan pemerintah, harga dari garam tersebut, menurut Heri ada klasifikasinya. Mulai dari kp 1 kp 2 dan premium, dengan harga antara 450 s/d 750 rupiah per kilogramnya.

Masih menurut Heri Gunawan, untuk kualitas garam di kabupaten Bangkalan setelah dilakukan evaluasi juga bermacam-macam, mulai dari kp1 yang harganya mulai 400 s/d 600 rupiah perkilo gramnya. Juga dikatakan bahwa dari segi pemasaran dan kemitraanya, Bangkalan cukup baik dan potensial sebagai penyedia garam nasional.

Sementara dari data yang sedang dikembangkan oleh kementrian kelautan dan Badan Pusat Statistik (BPS), indonesia tidak begitu banyak memerlukan impor garam. Menurut catatan dari selisih angka data tersebut, pemerintah hanya memerlukan impor garam sekitar 119 ribu ton. Dalam artian stok garam masih aman, termasuk stok garam yang ada di Bangkalan, Sampang dan Pamekasan.(nzm/krs)