Keren, Mahasiswa Desa Soket Dajah Hasilkan Produk Camilan Tatochips

Bupati Bangkalan RK. Abdul Latif Amin Imron ketika berkunjung ke stand camilan Tatochips. (FOTO: Istimewa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memanfaatkan pasar rakyat Bangkalan, Madura, Jawa Timur, untuk mempromosikan produk-produk unggulannya yang sudah siap dilepas di pasaran. Tatochips (Tragah Tortilla Chips) salah satunya.

Produk camilan kripik berbahan baku jagung tersebut, merupakan brand camilan khas Kabupaten Bangkalan, hasil olahan mahasiswa bernama Moh Dahri (29) warga Dusun Babadan, Desa Soket Dajah, Kecamatan Tragah.

Tatochips dijual dengan berbagai kemasan. Mulai dari ukuran jumbo, sedang, dan ukuran kecil di stand pasar rakyat dalam rangka tasyakuran 100 Hari Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, RK. Abdul Latif Amin Imron-Drs H Mohni, MM itu.

“Saya menyebutnya kripik jagung raksasa. Sebenarnya, bukan produk baru, namun saya ingin ada penyegaran. Bahan dan cara pembuatannya sama, hanya ukurannya saja yang berbeda,” ucap Dahri, Kamis (3/1/2018).

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo (UTM) ini mengaku menekuni usaha camilan sejak 2014. Ia termotivasi mengolah jagung menjadi produk kripik yang memiliki nilai jual di pasaran, karena jagung mentah selalu dihargai rendah.

“Berbekal ilmu yang dipelajari di kampus, saya praktekkan untuk membuat kripik jagung agar memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk bahan jagung tetap yang berkualitas,” ucapnya.

Kripik jagung ini juga menghadirkan varian empat rasa. Original, manis, pedas, dan pedas manis. Harganya cukup terjangkau, antara Rp 10 ribu hingga 15 ribu. Untuk harga Tatochips yang masih mentah, menyesuaikan dengan banyaknya pesanan konsumen.

“Ukuran mentah kripik jagung raksasa 15×20 cm. Jika digoreng pasti lebih besar. Setelah matang dikemas dalam plastik bening dengan berat isi 200 gram. Setiap kemasan berisi empat kripik jagung raksasa,” papar Dahri.

UMKM di bawah naungan UD. Tajul Anwar Jaya tersebut, tidak hanya mengolah produk kripik berbahan jagung saja. Akan tetapi, juga memproduksi olahan kripik berbahan singkong hingga mampu berinovasi ke produk minuman berupa kopi jagung.

“Saya selalu memegang prinsip bahwa kemajuan suatu daerah selalu diawali dari desa. Dan pemuda desa juga bisa berkarya” terangnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron meyakini kualitas produk UMKM Bangkalan tidak kalah dengan UMKM daerah lainnya. Bahkan melalui inovasi para pelaku UMKM itu, olahan yang dihasilkan bisa menjadi produk unggulan di Jawa Timur.

“Kami sudah berkomiten untuk memberi dukungan dan bimbingan kepada para pelaku UMKM,” jelas Ra Latif sapaan akrabnya ketika membuka pasar rakyat di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB) beberapa waktu lalu. (*)

Sumber: TIMES Indonesia

Editor: Riyan Mahesa