Kesal Tak Bayar Hutang, Nyawa Seorang Pria di Bangkalan Melayang

Bangkalan, Maduracorner.com,  Nasib malang menimpa seorang pria asal warga Dusun Pocongan, Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Kejadian tersebut diketahui terjadi di Komplek Pemakaman Umum Dusun Binteng, Desa Tengket, Arosbaya, Bangkalan. Pada (16/9/2020).

Diketahui bahwa korban Abu Bakar Siddik (40) dibunuh oleh pelaku yang juga tetangga sekaligus temannya sendiri. Hingga menyebabkan korban tewas dengan sejumlah luka bacokan.

Adapun motif dari penganiayaan yang berujung pada tewasnya korban itu dilatarbelakangi masalah utang.

Kasatreskim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja mengatakan, peristiwa pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Setelah kejadian Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Arosbaya dan selanjutnya diamankan oleh Personil Sat Reskrim Bangkalan ke Mapolres Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Diceritakan Agus, sekira pukul 10.30 wib, saat tersangka berada dirumahnya, didatangi oleh korban bersama dengan pamannya dengan mengendarai sepeda honda motor.

Pada saat itu terjadi pembicaraan yang pada intinya korban minta maaf kepada tersangka karena sampai saat ini tidak bisa bayar hutang sebesar Rp. 72.000.000.

Setelah itu, korban menyuruh tersangka untuk mencarikan uang hutangan ke tetangganya, namun akibat perkataan dari Korban tersebut.

“Tersangka merasa tersinggung dan saat itu juga tersangka emosi, lalu keluar rumah menuju ke kandang ayam untuk mengambil senjata tajam jenis arit,”ujarnya.

Melihat tingkah tersangka, kata Agus, korban mencoba melarikan diri lalu tersangka membacokan senjata tajam kearah korban akan tetapi tidak kena dan korban melarikan diri kearah kuburan.

“Kemudian tersangka mengejar korban dan saat berada di area kuburan tersangka membacok kearah kepalanya sebanyak 1 kali dan menyebabkan korban terjatuh,”ungkap Agus.

Tak hanya itu, menurutnya, tersangka juga membacokan senjata tajamnya kearah korban akan tetapi korban menangkis dengan kedua tangannya namun tersangka tetap membacokan secara berulang kali.

“Dan korban meminta maaf setelah itu tersangka meninggalkan korban dan menuju ke rumahnya,” jelasnya.

Atas pembacokan babibuta itu, korban meninggal dunia dengan mengalami luka luka bacok di siku tangan kanan dan kiri, luka bacok dimulut, luka bacok kepala bagian belakang dan luka bacok kepala samping kanan.

“Barang bukti yang kami sita 1 buah arit berlumuran darah milik tersangka.  Sepotong kaos lengan pendek warna putih terdapat bercak darah milik tersangka. Dan kopyah warnah putih terdapat bercak darah dan terdapat bekas bacokan senjata tajam milik korban,” ungkapnya.

Kemudian barang bukti berupa sepotong jaket kulit warna hitam terdapat bekas bacokan senjata tajam dan terdapat bercak darah milik korban dan sepotong sarung warna abu abu motif garis garis terdapat bercak darah.

“Atas perbuatannya tersangka terancam hukuman 7 tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 338 Sub Pasal 351 ayat (3) KUHP,” pungkasnya. (Ris)

Email Autoresponder indonesia