Kesurupan, Kasus Magis Yang Masih Sering Terjadi di Lembaga Pendidikan

image

Foto Suasana SMPN-2 tampak sepi pasca siswa dipulangkan

Sampang,maduracorner.com – Kesurupan massal. Peristiwa ini masih kerap menghantui siswa dan para guru dan siswa di sejumlah sekolah di Madura. Kasus berbau magis tersebut seringkali terjadi saat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih berlangsung. Uniknya, siswi atau murid perempuan-lah yang paling banyak jadi korban.

SMAN 3 Bangkalan sering mengalami kondisi ini. Berkali-kali pihak sekolah dibuat kelabakan saat sebagian siswinya tiba-tiba pingsan atau menjerit aneh. Tidak ada alasan logis untuk mengambarkan peristiwa di sekolah yang terletak di Jalan RE Martadinata Bangkalan ini.

Kasus terbaru menimpa SMPN 2 Sampang, Jum’at (20/02/215) pagi. Institusi pendikan ini mendadak gaduh gara-gara sebagian siswi mengalami kerasukan. Ada yang pingsan, menjerit hingga berteriak dengan kalimat tidak jelas.

Dari informasi yang dihimpun, setidaknya ada tujuh siswi yang tiba-tiba berteriak-teriak di kelas VIII-H dan kelas IX-D. Suasana yang sebelumnya tenang berubah menjadi riuh. Para siswa juga panik, proses KBM pun tentu saja terganggu.

Pihak sekolah lalu memulangkan seluruh siswa yang berjumlah 701. Hal ini terpaksa dilakukan sebagai antisipatif agar kesurupan tidak merembet ke siswa yang lain. “Ya, kita pulangkan lebih awal karena suasana tidak kondusif,”jelas Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Sampang Afif Subhan kepada maduracorner.com, sabtu (21/2/2015) siang.

“Suasananya sangat kacau. Dari kelas sebelah timur ada yang teriak-teriak, disambung lagi sama kelas disebelahnya. (Korban) semuanya siswa perempuan. Kemungkinan karena mereka sedang menstruasi jadi lebih gampang kerasukan,” ujar salah seorang guru yang dienggan disebutkan namanya sambil tersenyum. (son/mad)

Penulis : S Umar Al Farouq
Editor   : Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia