Khawatir Membusuk Karena Terendam Banjir, Petani Panen Padi Lebih Awal

image

Sawah di Desa Gunung Maddeh terendam banjir

Sampang,maduracorner.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sampang, membuat puluhan hektar sawah di Desa Gunung Maddeh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang terendam banjir. Tidak hanya itu, padi milik petani juga roboh akibat diterjang angin.

Kondisi ini membuat tanaman padi nyaris tertutupi genangan air. Jika terlalu lama dengan posisi seperti ini, tanaman padi tentu saja akan membusuk. Dan dikhawatirkan gagal panen.

Hal inilah yang memaksa petani setempat memanen padi mereka lebih awal sebelum waktunya. “Ini baru umur 3 bulan lebih pak. Seharusnya dipanen satu minggu lagi. Tapi takut busuk, ya kami panen saja meski belum waktunya”,keluh salah seorang petani, Istiana kepada maduracorner.com, jumat (27/2/2015) siang.

Namun rupanya petani di desa Gunung Maddeh yang memutuskan panen lebih awal. Sejumlah petani memilih cara lain. Yakni mengikat batang padi yang roboh. Hal ini untuk menghindari pembusukan dalam genangan air banjir. Apalagi tanaman padi mereka memang belum siap panen.

“Padi saya belum siap panen. Baru 2 minggu lagi bisa dipanen. Makanya saya usahakan diikat saja biar tidak terendam banjir, mas”,sambung petani lainnya, Muhammad Tohir. “Airnya semakin tinggi dari gunung turun ke sawah. Kalau tidak diikat malah bisa membusuk nanti. Apalagi padinya sudah sebagian dimakan tikus”,tambah Tohir. (son/mad)

Penulis : S Umar Al Farouq
Editor   : Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia