Kisah Haru Satu Keluarga Asal Sumenep Selamat dari Bencana di Sulawesi Tengah

Satu keluarga asal Kabupaten Sumenep selamat dari bencana alam Sulawesi Tengah. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM- Mengharukan mendengar pengakuan Hasani (32) Bersama istri dan anaknya, warga Desa Angon-angon, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Kabupaten Sumenep, merupakan korban selamat dari bencana Tsunami dan Gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu. Saat ini dia bersama anak dan istri serta kedua orang sanak famiinya yang juga selamat, tengah berada di Rumah Perlindungan Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, menunggu jadwal Kapal untuk dipulangkan ke rumah asalnya, Jumat (05/10/2018).

Kelima warga yang selamat dari bencana Tsunami dan Gempa di Palu Sulawesi Tengah ini, merupakan satu keluarga, mereka diantaranya adalah Hasani (32) dan Saatia (25) hubungan suami-istri, Jihan Zahira (4) putrinya. Dan Syaiful Bahri (19), adik ipar Selain itu, Moh Safi’i (18) masih memiliki hubungan kerabat. Semuanya berasal dari Desa Angon-angon, Kecamatan Arjasa, Sumenep (kepulaun Kangean).

Hasani bercerita, pada hari Jumat-malam Sabtu 28 September 2018, sekitar pukul 06.00 WIB. Pas waktu solat magrib, terjadi gempa pertama,dia kemudian berlari keluar rumah sembil menggendong anaknya Jihan Zahira (4) dibawa ke jalan raya. Setelah gempa pertama berhenti, baru kemudian kembali lagi ke rumahnya membawa istri keluar dari rumahnya. Setelah ketiganya bersama di tempat yang lapang, tiba-tiba gempa lagi dengan getaran yang sangat dahsat, bahkan saking besarnya getaran bumi mau berjalan sudah tidak bisa. Tetapi Hasani terus berusaha berlari sambil menggendong anak dan memegang sang istri menuju sebuah bukit dengan jarak tempuh dari lokasi rumahnya sekitar 1 km.

“Alhamdulillah, saya bersama anak dan istri selamat dari gempa dan Tsunami itu, karena lokasi saya sudah berada di dataran tinggi yang sudah tidak terjangkau dari ketinggian air,” Katanya.

Bahkan menurut Hasani, pada malam itu, kejadian gempa terjadi berulangkali, saat diatas bukit di lokasi yang aman masih merasakan getaran gempa, kalau dihitung ada sekitar tujuh kali gempa.

Atas kejadian itu kata Hasani, masih merasakan Trauma yang mendalam, bahkan sampai sekarang masih merasakan ketakukan atas peristiwa bencana gempa dan tsunami itu.”Sekitar 13 tahun saya berada di Palu, bekerja menjadi pemasang stiker. Untuk kembali ke sana harus berfikir berulangkali karena masih dihantui rasa takut,’ keluhnya.

Hasani menambahkan, Sedangkan untuk proses pemulangannya dari Palu ke Sumenep, dibantu oleh pihak pemerintah, dengan menaiki Pesawat Hercules, ”Awalnya dari Palu ke Makasar, kemudian naik pesawat Hercules lagi ke Surabaya, setelah itu dipulangkan ke Kabupaten Sumenep,” Paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, R. Akh. Aminullah mengatakan, kelima korban gempa dan Tsunami Sulawesi, warga asal Pulau Kangean Sumenep, saat ini tengah di tampung di Rumah Perlindungan Sosial (Dinsos) Kabupaten Setempat, menunggu jadwal kapal untuk dipulangkan ke rumah asalnya,” Selama di penampungan semuanya kami tanggung, baik makan dan pakaian yang dikenakan dan kebutuhan lainnya,” tandasnya. (*)

Penulis: Sai

Editor: Ahmad