Kisah Hutan Kerajaan Kera Nepa, Diyakini Jelmaan Patih dan Prajurit Pembangkang

image

Sampang,maduracorner.com – Sebuah hutan kecil di Kabupaten Sampang menyimpan kekayaan satwa kera yang populasinya mencapai ribuan ekor. Hutan kecil ini terdapat di desa Bateoh Kecamatan Banyuates di wilayah pantura Pulau Madura.

Para pengunjung atau wisatawan biasanya akan melemparkan kacang yang mereka bawa sebagai makanan bagi para kera tersebut. Meski hewan ini masih tergolong kera liar, mereka sangat jarang menyerang pengunjung. Apalagi jika wisatawan rajin melemparkan makanan pada mereka.

Kera-kera penghuni hutan yang hanya memiliki luas tidak lebih dari 15 hektar ini, terlihat saat pagi dan sore hari. Mereka biasanya tidak asal keluar atau tidak gampang terlihat. Bagaimana cara melihat mereka?

Maka jika tidak ingin pulang dengan hanya melihat rimbunan pepohonan, alangkah baiknya para wisatawan mengajak juru kunci hutan ini, yakni Abdul Aziz Jaying. Sang juru kunci akan dengan senang hati membantu pengunjung agar bisa melihat kera-kera penghuni hutan Nepa. “Namun itu rupanya tidak mudah. Butuh panggilan khusus agar mereka mau keluar dari rerimbunan pohon”,ujar Abdul Aziz Jaying kepada maduracorner.com, minggu (17/5/2015).

Ia menjelaskan, tanpa panggilan khusus tersebut biasanya para kera ini enggan untuk keluar menemui pengunjung. Menurutnya, sejak jaman dulu memang begitulah para leluhur memanggil kera-kera di Hutan Nepah. “Memang begitu kebiasaannya dari dulu”,katanya sambil tersenyum ramah.

Dari babat tanah Madura, Abdul Aziz Jaying menceritakan, awalnya Hutan Nepah ini merupakan sebuah kerajaan kecil yang didirikan seorang raja bernama Raden Segoro, cucu Raja Giling Wesi dari Jawa.

Di tengah keberhasilan Raden Segoro memimpin kerajaan Nepah tersebut, seorang patih yang di percayainya membangkang terhadap Raden Segoro. Sehingga sang patih lalu dikutuk menjadi seekor kera bersama beberapa pengikut lainnya yang juga membangkang. Karena itulah Hutan Nepah ini juga disebut hutan kerajaan kera.

“Kalau legendanya memang begitu. Entah benar atau tidak, itulah legenda tentang hutan Nepa”,cetusnya yang disambut senyum para pengunjung.

Keberadaan ribuan kera di Hutan Nepah ini tidak hanya diketahui masyarakat sekitar. Namun juga warga dari luar Kabupaten Sampang maupun dari luar Madura. Mereka terkadang sengaja datang berkunjung ke kawasan hutan ini terutama saat liburan. Dan tentu saja berharap bisa melihat kumpulan kera-kera liarnya.

Lokasi ini memang cocok untuk menjadi wana wisata atau wisata hutan. Baik untuk keluarga maupun siswa sekolah agar mengetahui langsung kekayaan hayati negeri ini. Apalagi, lokasi hutan kera Nepah ini tepat berada di pinggir pesisir atau pantai Nepah yang juga bisa menjadi tempat rekreasi. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia