Komisi II DPR RI Mendukung Pembentukan Provinsi Madhurâ

1786 views

IMG-20160210-WA013

Jakarta, Maduracorner – Gugup , itulah yang kami rasakan saat pertama kali masuk dalam ruang rapat Komisi II DPR RI. Sebagai orang yang pertama masuk ke gedung wakil rakyat, suasana tegang kami rasakan sebelum acara hearing antara Panitia Persiapan Pembentukan  Provinsi Madura (P4M) dengan Komisi II DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 10 November 2016.

 

Acara Dimulai, dan 13 anggota DPR RI perwakilan  dari seluruh fraksi yang ada di Komisi II hadir menemui kami. Dari P4M sendiri, didaulat sebagai tim juru bicara, adalah Sarbini Ghazali, mewakili Kabupaten Sumenep, Azis Salim, Perwakilan Kepulauan Sumenep, Willy Cakraningrat mewakili Bangkalan, dan saya sendiri mewakili pengurus Nasional.

IMG-20160210-WA027

Kesempatan pertama diberikan kepada kami pengurus P4M untuk memaparkan hasil kajian akademik atas kelayakan Madura menjadi provinsi. Rekan kami Sarbini Ghazali mulai menjelaskan Madura dari segala aspek dan sudut pandang, terkait kesiapannya memisahkan diri dari Jawa Timur, dan membangun kawasannya secara mandiri sebagai sebuah provinsi.

 

Dalam pemaparannya, Sarbini menjelaskan kepada peserta Hearing, bahwa kondisi Sosial Politik,  Ekonomi, Budaya, dan Pendidikan masyarakat Madura sangat siap dalam menyambut pembentukan Provinsi Madura.

 

Lebih Lanjut Sarbini menerangkan, bahwa Madura sebagai bagian dari Provinsi Jawa Timur, yang secara Geografis merupakan kawasan kepulauan dan dipisahkan oleh lautan dengan Pulau Jawa, masih seringkali diperlakukan sebagai anak tiri oleh Pemprov Jatim.

 

“Jalan-jalan di Madura hingga hari ini masih belum ada perkembangan, masih sama seperti jaman Belanda dulu, sementara itu, Hingga 8 tahun pasca dibangunnya jembatan Suramadu, pembangunan kawasan industri belum berjalan, tidak ada investor yang masuk menanamkan modalnya, BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu) selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat , gagal berperan melakukan pembangunan,”  terang Sarbini , mewakili P4M.

 

Lebih mendalam lagi, P4M juga menjelaskan kepada para Anggota Komisi II, bahwa  dari perspektif Sosial Budaya,  adat istiadat, bahasa, dan budaya, madura memiliki ciri khas yang khusus dan berbeda dengan yang ada di Pulau Jawa, atau lebih tepatnya di kawasan lain di Jawa Timur. Sehingga , sangat tepat jika Madura dikelola secara terpisah dari Jawa Timur, demi terlaksananya percepatan pembangunan di Pulau Garam ini.

 

Secara Ekonomi, Madura juga dinilai memiliki banyak keunggulan. Sumber Daya Manusia di Madura terkenal ulet, dengan minimnya lapangan pekerjaan di Madura selama ini, masyarakat Madura mampu berkembang secara mandiri dan menguasai banyak simpul ekonomi baik di banyak daerah di  dalam negeri,  maupun di beberapa negara di luar negeri seperti Malaysia, Brunei, Arab Saudi, dan lain sebagainya.

 

Lantas bagaimana dengan Sumber Daya Alam di Madura?, hal ini sebenarnya tak pantas dipertanyakan lagi. Dihadapan para wakil rakyat, P4M menjelaskan bahwa sejumlah kekayaan alam  dan produk pertanian di Madura, masih terhampar luas dan siap dikembangkan lebih lanjut.

 

Seperti diketahui bersama, Sapi Madura, dikenal sebagai Sapi unggulan dengan kualitas daging terbaik, dibanding dengan sejumlah jenis sapi lainnya. Tembakau Madura, juga merupakan produk pertanian unggulan dan telah dikenal secara luas sebagai salah satu tembakau terbaik di dunia. Kendati dikenal memiliki lahan pertanian yang kering dan minim air, namun faktanya, para petani di Madura dapat bercocok tanam sepanjang tahun, dengan menanam ketela dan Jagung pada musim kemarau, serta menanam padi pada setiap musim hujannya.

 

Potensi dibidang kelautan, tampaknya tak ada lagi yang meragukan hal ini, Garam Madura mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan nasional. Produksi ikan yang melimpah ruah di sepanjang garis pantai yang mengelilingi pulau Madura, sehingga mampu dikirim keluar daerah untuk memenuhi kebutuhan ikan disana. Kondisi yang yang jarang  ditemukan di wilayah lain di Indonesia.

 

Mendapat pemaparan tersebut, tampaknya Komisi II DPR RI yakin bahwa Madura siap membangun wilayahnya secara Mandiri. Melalui ketua Komisi, Rambe Kamarulzaman, Komisi II menyambut baik upaya P4M dan mendukung sepenuhnya Madura menjadi Provinsi.

 

“jadi kami minta semua persyaratan administratif segera dipenuhi, sesuai perundang-undangan yang ada.  Selain itu kami meminta, agar P4M segera berkoordinasi dengan Pemerintah (provinsi dan Kabupaten) setempat, serta pihak-pihak terkait di Pemerintah pusat,” jelas Ketua Komisi II DPR RI.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi II DPR RI juga menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya tengah menggodok Peraturan Pemerintah bersama dengan eksekutif. Adapun peraturan pemerintah yang dimaksud, merupakan desain besar dari penataan daerah, yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 10 tahun kedepan. Dalam rencana tersebut, juga akan dilakukan sejumlah kebijakan terkait pemekaran wilayah.

 

“jadi di Jawa Timur itu tengah dipersiapkan pemekaran untuk 3 wilayah, agar dapat menjadi provinsi sendiri, dan satu yang kini menjadi prioritas adalah pembentukan provinsi Madura,”  imbuh Rambe Kamarulzaman, menutup pertemuan tersebut, rabu siang.

 

Semoga dengan langkah ini, upaya merealisasikan terbentuknya Provinsi Madura, dapat segera terlaksana. Sehingga dengan itu, Madura mampu secara Mandiri, menjadi tuan di rumahnya sendiri, mengatur semua kekayaan alamnya , demi kesejahteraan rakyat Madura.  Yang selama ini hanya bisa menjadi penonton saat eksplorasi kekayaan alam dikeruk,  dan diangkut untuk kepentingan daerah lain.

 

*) penulis adalah Sekjen Nasional P4M Sekaligus Pimred Maduracorner.com.

 

Email Autoresponder indonesia