Kontroversi Hasil Rapid Test berbeda,
Anggota DPRD Protes

2345 views

Bangkalan, Maduracorner.com – Pelaksanaan Rapid Test massal di kantor DPRD Kabupaten Bangkalan penuh kontroversial. Salah satu Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi memprotes hasil Rapid itu. Pasalnya, usai mengetahui hasil Rapid test dirinya menunjukkan positif, Mahmudi langsung melakukan rapid test mandiri di Rumah Sakit Siloam Surabaya, dan hasilnya negatif.

“Rapid test di Dewan saya dinyatakan positif. Malam harinya saya rapid test ke RS Siloam hasilnya Negatif,” terang Mahmudi dalam konferensi pers Kamis siang (23/04/2020).

Mahmudi dinyatakan positif bersama 2 anggota dan 1 Wakil Ketua DPRD pada rapid test kemarin, Rabu (22/04/2020). Dia tidak lantas menerima hasil yang dikeluarkan oleh Tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang membuka pelayanan rapid test tersebut. Mahmudi tetap memegang hasil rapid test di RS. Siloam Surabaya. Dalam jangka waktu 10 hari ke depan pihaknya akan melakukan rapied test kembali di RS Siloam.

“Kalau ada gejala 10 hari ke depan saya akan rapid test di RS Siloam lagi, kendatipun pihak Gugus Tugas Covid-19 meminta saya untuk Swab PCR, saya menolak,” ungkapnya.

Perbedaan hasil dua rapid test tersebut direspon oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan. Bersama yang bersangkutan dan Ketua DPRD Bangkalan, Tim melakukan diskusi internal di ruang Wakil Ketua DPRD Bangkalan.

Humas Gugus tugas Agus Sugianto Zain menyampaikan, hasil rapat akan disampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19. Agus menjelaskan Rapid test tidak memastikan seseorang positif atau negatif. Sebab Rapid test adalah metode screening awal untuk mendeteksi antibodi atau imun yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.

Dengan kata lain, bila antibody ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona.

“jadi wajar jika hasilnya berbeda di waktu yang berbeda,” ujar Agus Zain.

Untuk itu, Tim Gugus Tugas menyarakankan agar yang bersangkutan bersedia diambil Swab PCR agar tidak memicu kontroversi.

“Tetapi yang bersangkutan tidak bersedia dan bertahan dengan hasil rapied test di RS. Siloam,” jelas Agus Zein. (Ris).

Email Autoresponder indonesia