Kostarika, Kejutan Besar Sang Pembunuh Para Raksasa! (Bagian 1)

Ilustrasi

Ilustrasi

Bantai Uruguay Dengan Skor 3-1 | Oleh Mamad el Shaarawy

maduracorner.com, Bangkalan – Piala Dunia 2014 masih berlangsung 2 pekan. Namun sejumlah kejutan terjadi. Mulai terkaparnya sang juara bertahan Spanyol hingga rontoknya tim-tim besar di kaki tim semenjana. Ya, Timnas Uruguay dan Italia keok dihantam Timnas Kostarika, negara asal Karibia yang tampil efektif dan determinatif. Baik saat bertahan maupun ketikan melakukan serangan.
 
Sebelum pagelaran pesta akbar sepakbola sejagad ini, para pecinta bola sepakat bahwa Grup D merupakan grup maut. Maklum, di sana ada Italia, Uruguay, Inggris dan Kostarika. Dua dari tiga negara pertama yang kami sebutkan disebutkan bakal menjadi kandidat terkuat yang bakal lolos ke babak 16 besar.

Sementara Kostarika hanya dianggap tim pupuk bawang. Tim penggembira! Acuannya jelas: para pemain yang mengisi skuad Kostarika jauh dibawah level para pemain yang mengisi skuad ketiga tim tersebut.

Seperti yang dibilang salah satu punggawa Kostarika, Christian Bolanos, bahwa seorang Balotelli pun tidak mengenal satu pun pemain timnas negaranya. “Dia bilang tidak tahu pemain kami. Tapi saya pikir sekarang dia tahu beberapa nama pemain kami”,ujar Bolanos seperti yang dikutip football Italia.

Dari 23 pemain yang dimiliki Timnas Kostarika, memang hanya segelintir yang bermain di Eropa. Mungkin hanya Bryan Ruiz, O. Duarte, Bolanos dan Joel Campbell yang dikenal. Itupun tidak terlalu akrab di telinga. Bandingkan dengan para pemain yang mengisi skuad Uruguay, Inggris dan Italia. Hampir semua nama di tim 3 negara tersebut cukup familiar. Kesimpulannya seperti yang kami katakana sebelumnya, Timnas Kostarika hanya Liliput yang harus melawan para raksasa. Istilah lain: David vs Goliath.
 
Tapi mata dunia terbelalak melihat aksi anak asuh J Pinto ini. Dimulai saat dengan frontal-nya Bryan Ruiz dkk menekuk Edison Cavani cs dengan skor cukup meyakinkan! Skor 3-1 untuk kemenangan
Los Ticos! Skor tersebut tentu tidak main-main dan bukan sebuah kebetulan.
 
Di awal laga, semuanya masih seperti kelihatan ‘normal’. Ya, para pemain Uruguay masih mampu mengendalikan permainan dan menciptakan peluang demi peluang di depan gawang Kostarika. Setelah gol Diego Godin dianulir, mereka unggul lebih dulu berkat sumbangan gol Edison Cavani.
 
Namun setelah itu, angin sepertinya berubah menjadi ‘tidak normal’. Tim Liliput Kostarika malah merajalela. Bahkan di babak II, mereka mampu berbalik unggul dalam tempo 4 menit melalui sepakan kaki Campbell dan sundulan Duarte.
 
Uruguay dengan segudang pemain bintangnya berusaha bangkit. Tapi selalu gagal. Pressing ketat dan fokus pada permainan membuat pertahanan Kostarika tetap aman dari serbuan Cavani dkk. Formasi 4-5-1 yang dilakukan pelatih J Pinto benar-benar membuat lawan mati kutu. Mereka malah kembali kecolongan lewat Marco Urena lewat skema serangan balik mematikan.

Para pemain La Sele terlihat sengaja sering bermain lama-lama dengan bola di daerah mereka sendiri. Tujuannya jelas, mereka menginginkan pemain lawan masuk atau melewati garis tengah lapangan. Begitu jebakan ini sukses, mereka langsung mengandalkan kuartet pemain mereka yang memiliki kecepatan mumpuni pada sosok Joel Campbell, Bryan Ruiz, Celso Borgez dan Christian Bolanos untuk meneror pertahanan Uruguay.

Taktik ini seringkali sukses. Apalagi kelemahan duet centerback Diego Lugano – Diego Godin memang terletak pada kecepatan. Alhasil, keduanya kelimpungan. Apalagi saat duo fullback Kostarika Christian Gamboa dan Junior Diaz ikut naik membantu. Teror itu kian nyata. Hal ini terlihat pada gol-gol yang diciptakan mereka.

Banyak orang bilang, kemenangan Kostarika atas Uruguay hanya sebuah keberuntungan. Termasuk karena Luis Suarez di kubu Uruguay tidak bisa bermain. Tapi percayalah, kemenangan ini bukan sekedar masalah dewi fortuna. Ada taktik permainan sang pelatih yang sukses diterapkan para pemainnya. Dan juga ada kerja keras, kecerdasan dan paduan skill serta determinasi para pemain dalam kemenangan ini. (Bersambung Bagian 2, mad)

Email Autoresponder indonesia