KPK Pertanyakan SK Pengangkatan Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin

Bangkalan,Maduracorner.com – Dari 7 orang pejabat dilingkungan pemkab Banogkalan yang diperiksa komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah  Sekretaris DPRD kabupaten Bangkalan, Tommy Firyanto. Kepada Sekretaris DPRD tersebut  penyidik KPK menanykan SK Pengangkatan Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin yang saat ini menjadi tahanan KPK. “Penyidik KPK meminta berkas-berkas pengangkatan Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin, sudah saya berikan dan saya diperiksa sebagai sekretaris dewan, kepada saya penyidik hanya minta berkas pengangkatan ketua dewan saja,” jelas Tommy Firyanto usai diperiksa KPK di ruangan K3-I Mapolres Bangkalan, Senin (22/12/2014).

Sampai berita ini ditulis, ke-7 orang pejabat yang diperiksa KPK tersebut masih berada di Mapolres Bangkalan menunggu perintah dari KPK lebih lanjut.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK berlangsung secara maraton ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap dari salah satu Direktur PT Media Karya Sentosa (MKS) pada Fuad Amin.
Seperti diberitakan, PT MKS menjalin kerjasama dengan PD Sumber Daya untuk  mendapat gas untuk dipasok ke PLTG yang ada di Bangkalan. Dalam perkembangan, kontrak perjanjian jual beli gas (PJBG) ditandatangani antara PT MKS dengan Pertamina EP sebagai pemilik lapangan Poleng yang memasok gas bagi PT MKS.

Namun PT MKS ternyata tidak membangun pipa gas yang disyaratkan. Tak ayal, PLTG di Bangkalan itu tidak pernah menerima pasokan gas dari lapangan Poleng. Di luar itu PT MKS tetap menerima pasokan gas untuk diolah menjadi LPG di Gresik. Dalam kasus ini, selain telah menahan empat tersangka, KPK juga telah memeriksa dua mantan pejabat Pertamina EP. KPK juga telah melakukan pemanggilan pada Mantan Kepala BP Migas Kardaya yang kini menjadi Ketua Komisi VII DPR RI. Namun politisi dari Partai Gerindra belum bisa memenuhi pemeriksaan KPK dengan alasan masih Umroh.

 

Penulis  : Anto

Editor  : Sohib

Email Autoresponder indonesia