KPU Bangkalan Persilahkan Paslon Gugat Hasil Perhitungan Suara

1748 views

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar, saat memberikan keterangan kepada awak media. (FOTO : Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan, mempersilakan bagi pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati manapun untuk menggugat hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, yang akan ditetapkan dan diumumkan 4 Juli besok.

Pernyataan tersebut, menyikapi aksi demonstrasi pendukung paslon nomor urut 1 Farid Alfauzi-Sudarmawan di kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat, Senin 2 Juli 2018 kemarin.

Pendukung paslon Bangkalan Berani Bangkit itu, menuntut Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 18 kecamatan. Sebab, pelaksanaan pilkada diduga penuh kecurangan.

“Memang laporan yang disampaikan salah satu paslon terkait dengan pelanggaran dan hal-hal di luar prosedur. Misalnya yang melakukan itu penyelenggara, tentunya menjadi ranahnya panwas,” papar Ketua KPU Bangkalan, Fauzan Jakfar, Selasa (3/7/2018)

Namun demikian sambung Fauzan, apabila yang dipersoalkan masalah perselisihan hasil perolehan suara bukan lagi menjadi kewenangan Panwas Bangkalan. Akan tetapi, harus disampaikan melalui persidangan perselisihan hasil pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK)

“Jadi kalau paslon mempersoalkan perselisihan hasil pilkada nanti bisa dimohonkan ke MK, setelah kami menetapkan dan mengumumkan hasil perolehan suara tingkat kabupaten,” imbuhya.

Fauzan mengimbau kepada paslon yang tidak puas dengan hasil pilkada agar tetap menjaga situasi Bangkalan yang sudah kondusif. Jika menemukan sesuatu yang dianggap menyalahi peraturan selama pelaksaan pilkada, sebaiknya menempuh mekanisme dan ketentuan hukum sesuai amanah Undang-Undang.

“Saya kira akan banyak terobosan-terobosan hukum yang biasanya dikeluarkan oleh MK,” ucapnya.

Menurutnya, scan dan input data hasil perolehan suara masing-masing paslon ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI sudah mencapai 100 persen. Namun untuk upload data masih 99,8 persen, karena server KPU RI mengalami gangguan.

“Perolehan suara paslon nomor urut 1, sekitar 33 persen, paslon nomor urut 2, 22 persen, dan nomor urut 3, sebanyak 44 persen,” tandasnya. (*)

Penulis : Riyan Mahesa

Editor : Ahmad

Email Autoresponder indonesia