Kualitas Rumput Laut Jelek Akibat Anomali Cuaca

728 views

Anomali cuaca | oleh : Teguh

Maduracorner.com, Sumenep – Awal musim kemarau tahun ini, mulai berdampak terhadap panasnya air laut. Kondisi itu berakibat pada turunnya kualitas rumput laut, seperti yang dialami petani di Desa Padike, Kecamatan Talango (Pulau Poteran).

Menurut Sulaiman, salah seorang petani rumput laut,  terjadinhya penurunan kualitas rumput laut terjadi selama 2 pekan terakhir ini, yang disebabkan karena air laut yang mulai panas, yang berakibat  rumput laut tidak bisa tumbuh dengan sempurna.
 
“Turunnya kualitas rumput laut tersebut baru dialami pada panen bulan ini. Biasanya, dengan bibit 2 kwintal yang dibudidaya dengan sistem tali, mampu menghasilkan 4 hingga 5 kwintal rumput laut. Tapi, akibat anomali cuaca, petani merugi, karena hasil rumput laut hanya 2 kwintal saja,” tuturnya.

Untuk menghindari kerugian yang semakin besar, lanjut Sulaiman, pihaknya terpaksa memanen lebih awal. Biasanya masa panen dilakukan selama 30 hari, tapi dengan anomali cuaca ini pihaknya terpaksa panen dini yakni tiap satu minggu sekali. 

Ia menambahkan, modal yang dipakai dalam budidaya rumput laut sebesar Rp. 455.000,- untuk satu kramba yang berisi 70 tali rumput laut.

“Dengan modal itu, petani rumput laut hanya mendapat Rp. 360.000,00 pada panen rumput laut kali ini yang hanya 2 kwintal, dengan harga jual Rp. 1.800,00 per-kilogram untuk rumput laut basah. Ya tentu kita merugi,” pungkasnya. (tgh/lam)

Email Autoresponder indonesia