Kuatir Di Masukkan Ke Panti, Orang Tua Anjal “Ngemis” Surat Pemulangan ke Dinsosnakertrans

Anjal saat terjaring rasia-foto: Aryan/MC.com

Anjal saat terjaring rasia-foto: Aryan/MC.com

Dinsosnakertrans lakukan operasi Anjal | Oleh : Aryan

Maduracorner.com,Bangkalan– Sawa’i (45) warga jalan Dukuh Bulak Banteng Surabaya mendatangi kantor Dinsosnakertrans Bangkalan, kedatangan dia untuk minta surat rekomendasi kepada Kepala Dinsosakertrans agar Matrawi (19) anaknya yang terjaring dalam operasi khusus anak jalanan (Anjal) di persimpangan jalan akses Suramadu di kecamatan. Burneh di perbolehkan untuk dibawa pulang ke rumahnya di Surabaya.

“Saya mau minta surat rekomendasi kepada bapak Kepala Dinsosnakertrans Bangkalan guna menjemput putra saya yang terkena operasi anjal semalam di pertigaan Tangkel Burneh,” kata Sawa,I yang berprofesi sebagai supir angkot Kamis, (5/6).

Dikatakan Sawa’i, pada awalnya anaknya tidak menjadi pengamen jalanan, namun karena terpengaruh dengan teman – temannya, akhirnya anaknya ikut menjadi anjal. Disisi lain, kemungkinan anaknya mengalami kecewa akibat dari perceraian dirinya dengan istrinya sekitar tahun 2011 silam. Sehingga dia sangat sulit diatur dan salah pergaulan
“Kalau diizinkan dibawa pulang, akan saya ajak bekerja biar tidak salah pergaulan dan terkena pengaruh teman- temannya lagi,” papar Sawa’i.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Bangkalan, Ismet Efendi mengatakan operasi gabungan yang dilaksanakan dari pukul 19.00 hingga 21.00 wib kemarin malam berhasil merazia 7 anak anjal, 3 orang berasal dari Surabaya, 2 orang dari Kecamatan Tragah dan 2 orang lagi berasal dari Kecamatan Burneh. Mereka diamankan dari 3 lokasi berbeda diantaranya dilampu merah Junok, lampu merah Tangkel dan simpang empat Tangkel Suramadu sisi Madura, umur mereka rata-rata antara 12 hingga 19 tahun.

“7 anjal yang dirazia itu, saat ini dititipkan di PT Rehabilatasi Anak Panti Sosial Jatim di Sidoarjo. Selama 3 bulan maksimal 4 bulan dipanti, mereka nantinya akan dibina dan diajarkan keterampilan tehnik las listrik, tehnik mesin dan pertukangan kayu. Setelah mahir mereka dikembalikan kepada orang tuanya ” terang Ismet.

Tapi kalau dijemput sebelum diberi pembinaan seperti yang diminta Sawa’i, lanjut Ismet. Pihaknya akan membuatkan surat rekomendasi untuk kepentingan penjemputan putranya dengan catatan tidak boleh men-ngamen lagi. Apalagi sampai tertangkap pada operasi berikutnya, tanpa ampun dan tidak bisa ditawar-tawar lagi langsung dimasukan kepanti rehabilitasi anak di Sidoarjo. “Surat rekomendasi kami berikan untuk mengambil putranya dengan perjanjian tidak boleh ngamen lagi dan putranya Matrawi sudah 2 kali ditangkap,” pungkas mantan Camat Burneh ini. (yan/shb)

Email Autoresponder indonesia