Kultur Madura Jadi Kendala Pengungkapan Kasus Maraknya Begal di Bangkalan

Sebanyak 124 tersangka dari berbagai macam kasus kejahatan berhasil diringkus Satreskrim Polres Bangkalan dan polsek jajaran. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Kasus perampasan motor atau begal seringkali menghantui warga Kabupaten Bangkalan. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres setempat, sudah berupaya memberantas kejahatan jalanan itu.

Namun, fakta di lapangan polisi menghadapi sejumlah kendala yang menyulitkan dalam upaya pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut.

“Kami selalu berusaha mengantisipasi, tapi terkendala kultur Madura. Terkadang, mereka yang mengetahui tidak pernah mau memberikan keterangan,” jelas Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Jeny Aljauza, Senin (13/8/2018).

Bahkan sambung Jeny, warga yang jelas-jelas menjadi korban pembegalan tidak melaporkan ke polisi. Tentunya, kedua faktor itu, menjadi menghambat ketika polisi diterjunkan ke lokasi kejadian.

“Titik rawan begal tetap di Kecamatan Sukolilo, Kamal, Socah dan Kecamatan Burneh,” imbuhnya.

Jeny mengaku, selama ini telah melibatkan polsek-polsek rayon saat melakukan patroli pagi, siang dan malam yang dipimpin langsung oleh kapolsek masing-masing.

“Patroli rutin itu dilakukan secara bergiliran,” paparnya.

Kendati demikian, Satreskrim Polres Bangkalan dan polsek jajaran berhasil menangkap 124 tersangka dari berbagai macam kasus kejahatan, sejak 6 Juli hingga 11 Agustus 2018.

Sebut saja, kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian biasa, judi, kepemilikan sajam, premanisme, pengamen dan parkir liar, serta balap liar.

“Sebanyak 24 tersangka sudah masuk proses penyidikan, sedangkan 100 tersangka dalam tahap pembinaan,” tandas Jeny. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad