Kunjungi Kecamatan Guluk-guluk, Bupati Sumenep Disambut Demo

Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim ketika menemui massa yang menggelar aksi demonstrasi di Kecamatan Guluk-guluk. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM- Kedatangan Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim di Kecamatan Guluk-guluk, disambut aksi unjuk rasa sejumlah pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak), Jumat (14/12/2018).

Mereka menagih program ‘Menata Kota Membangun Desa’. Program bupati saat kampanye tersebut, dinilai sebatas janji semata tanpa bukti nyata. Bahkan, massa Kompak menyebutnya ‘Rezim Dusta’.

Ketua Kompak Sumenep, Imam Hanafi mengatakan, aksi damai ini untuk menagih janji bupati yang terkesan dijadikan modal untuk meraup keuntungan berupa kemenangan saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 silam.

“Janji-janji yang dilontarkan hanya untuk menarik simpati masyarakat supaya memilihnya. Pada akhirnya, janji itu, dilupakan dan sengaja ditenggelamkan karena keinginan duduk di kursi pemerintahan sudah tercapai,” kecam Imam.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada satu pun desa percontohan yang patut diajungi jempol. Padahal, pembangunan di pedesaan sangatlah penting sebagai upaya untuk membantu meningkatkan sektor perekonomian.

“Maka jelas sekali, membangun mesa hanya menjadi bualan, omongan semata, serta harapan palsu yang dijanjikan pada masyarakat,” sesalnya.

Berbeda lagi dengan kasus yang terjadi di wilayah kota sambung Imam, tata ruang semrawut dan kurang tersedianya ruang hijau terbuka. Hal itu, mengakibatkan Kabupaten Sumenep menjadi langganan banjir.

“Lalu dimanakah sebenarnya peran kepemimpinan saat ini dalam merealisasikan programnya?. Apakah hanya selesai diperebutan kursi jabatan?,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim berjanji akan menindaklanjuti tuntutan-tuntutan pendemo yang menagih janji bupati yang tak kunjung direalisasikan.

“Siap, Siap, Siap,” singkatnya, saat diminta tanggapannya terkait beberapa tuntutan massa. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa