Lawan Persiba Balikpapan, Test Case Awal Hasil Rekrutmen Pemain Baru

Manager PMU, Achsanul Qasasi bersama Arcan Iurie

Manager PMU, Achsanul Qasasi bersama Arcan Iurie

 

Menunggu Produktifitas Gol Trio Lini Depan | Oleh Mamad el Shaarawy

maduracorner.com, Bangkalan –Proses rekruetmen pemain pada bursa transfer paruh musim, menjadikan skuad Persepam Madura United (PMU) memiliki banyak pilihan skema main. Jika lini belakang bisa terbentuk quarted FEFO yang terdiri dari Fachruddin (W Aryanto), Eduard (Valuta), Firly (Apriyansyah) dan (Michael) Orah, maka di barisan depan, Arcan Iurie terus memantapkan trio EDI.

Trio baru hasil rekrutment pemain ini terdiri atas (Silvio) Escobar, Diego (Parites) dan (Mohammad) Isnaini sebagai tukang gedor pertahanan lawan. Mereka akan benar-benar jadi tumpuan lini serang PMU dalam menghadapi sepuluh pertandingan putaran kedua kompetisi ISL 2014. Apalagi sang kapten Zaenal Arif masih dalam proses pemulihan cidera parahnya.

Tantangan trio EDI tersebut bakal langsung dicoba mulai sabtu malam nanti (17/5). Yakni, saat PMU menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Gelora Bangkalan. Yang menjadi pertanyaan, mampukah trio EDI menambah produktifitas golnya PMU? Harus mampu!.

Pelatih kepala Arcan Iurie, menyampaikan jika pihaknya memang masih membutuhkan ujian secara langsung dalam satu pertandingan untuk melihat kemampuan trio penyerangnya. Menurutnya, perubahan cara main dengan permainan cepat sudah bisa disajikan dengan baik oleh para pemain selama masa pemantapan tim baru ini.

Arcan Iurie menuturkan, Rossy Noprihanis dan Slamet Nur Cahyo ataupun Busari dan M. Tamo, bisa memiliki ruang bermain yang luas di lini tengah dengan kombinasi trio EDI. “Kami ingin melihat kombinasi permainannya pada pertandingan resmi. Jika melihat proses latihan, saya sendiri menilai ada progres yang lebih baik. Semoga semangat bermainnya terus naik,” ucap pelatih asal Moldova tersebut.

Namun Arcan Iurie buru-buru mengatakan, jika kombinasi trio lini depan tersebut belum tampil maksimal saat lawan Persiba, bukan berarti gagal. “Baru terbentuk setelah selesainya proses seleksi. Harus dipahami, komunikasi yang masih belum seutuhnya terjalin dari hati kehati bisa menjadi batu hambatan. Tapi saya berharap semuanya sudah bisa berjalan lancar”,ujar pelatih asal Modova tersebut. (mad)

Email Autoresponder indonesia