Lecehkan PMII, Ratusan Mahasiswa Demo Kampus Unija

415 views

Mahasiswa saat menggelar unjuk rasa di kampus Unija Sumenep. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, melakukan unjuk rasa di Kampus Universitas Wiraraja (Unija) Selasa, (02/10/ 2018).

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa merupakan buntut kekecewaan pada tindakan yang dilakukan oleh oknum dosen Fakultas Hukum Unija, inisial S yang ditengarai telah melecehkan PMII beberapa waktu lalu.

“Kami minta oknum dosen di Unija harus meminta maaf di depan media. dan juga pihal kampus Unija memberikan tindakan tegas berupa pemecatan kepada yang bersangkutan,” kata salah satu orator, Sutrisno.

Menurutnya, peristiwa itu berawal pada Jumat, 28 September 2018 salah seorang mahasiswi bernama Aisyah yang juga kader PMII bermaksud meminta dokumentasi dan menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan mahasiswa kepada dosen itu.

Namun, dosen tersebut tidak memberikan dokumen malah berkata kasar. “Saat itu dia melecehkan PMII. Dia bilang, ‘cuma dosen Fakultas Hukum yang tidak dikasih nasi. Aku tau Ketuanya PMII. Aku tau PMII senang ke uang. Silakan panggil senior-seniornya. Aku tidak pernah takut sama seniornya’. Kata dia dengan Bahasa Madura,” kata Sutrisno menirukan ucapan salah seorang dosen pada salah satu kader PMII.

Saat orasi berlangsung, pihak universitas yang diwakili Pembantu Rektor III Unija, Dedy Arfiyanto menemui mereka dengan tujuan memberikan penjelasan. Tetapi, tidak diberi kesempatan dan mahasiswa langsung meninggalkan lokasi aksi.

“Ya bagaimanapun mereka adalah mahasiswa Unija. Kampus punya Dewan Kehormatan Dosen. Ketika mereka mengatasnamakan sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa punya hak untuk mengadukannya. Silakan diadukan,” Pinta Pembantu Rektor III Unija, Dedy Arfiyanto di sela-sela menemui pendemo.

Dalam aksi unjuk rasa ini, mahasiswa selain berorasi, juga menggelar istigasah, dengan harapan Dosen yang ditengarai melecehkan organisasi PMII diberikan kesadaran. (*)

Penulis: Sai

Editor: Ahmad