Lima Nelayan Sumenep Ditemukan Selamat di Lombok Timur

750 views

Ilustrasi. (FOTO: Google)

SUMENEP, MADURACORNER.COM- Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, lima nelayan asal Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep yang sebelumnya dinyatakan hilang akhir ditemukan.

Camat Dungkek Heru Santoso mengatakan, hasil komunikasi dengan salah seorang nelayan mereka berhasil menyandarkan perahu di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

“Informasi yang kami terima kapal mereka sudah berhasil sandar di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Hasil komuikasi dengan salah satu nelayan mereka berhasil merapat ke darat siang tadi,” kata Heru Santoso, Sabtu (2/2/2019).

Dipastikan, lima nelayan yang sempat dinyatakan hilang itu seluruhnya dalam keadaan selamat. Namun satu diantaranya mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu lama berada di laut.

Penanganan lebih lanjut saat ini telah dilakukan oleh Basarnas yang sejak awal dinyatakan hilang langsung melakukan pencarian dan penyisiran.

“Dari lima nelayan satu diantaranya dalam kondisi sakit tapi sekarang semuanya telah ditangani Basarnas. Sudah di evakuasi semuanya oleh Basarnas,” ungkapnya.

Sebelumnya perahu yang ditumpangi sempat terombang ambing di perairan Situbondo dan terbawa arus hingga Bali. Karena arus yang sangat kuat mereka terbawa hingga Lombok Timur.

Dalam pencarian lima nelayan melibatkan Basarnas sejak 1 Februari 2019. Penyisiran dimulai pada lokasi awal nelayan melakukan komunikasi yaitu di perairan Kepulauan Kangean.

“Sejak awal tidak ada komunikasi kita langsung koordinasi dengan pihak terkait. Dalam pencarian langsung dialakukan oleh Basarnas,” ucap Heru Santoso.

Kelima nelayan tersebut diantaranya Sa’a, Mukhlis, Matra’i, Niatun asa Desa Romben Barat dan Sanari warga Desa Candi, Kecamatan Dungkek.

Mereka diketahui berangkat melaut sejak awal Januari 2019 untuk mencari ikan di sekitar perairan Pulau Sapeken dan Kangean. Saat perjalanan pulang pada 28 Januari kapal mengalami kerusakan mesin dan sejak saat itu tidak ada lagi komunikasi. (*)

Penulis: Sai

Editor: Ahmad

Email Autoresponder indonesia