LSM LEMPAR : “Tak Ada Maaf Bagi Komunis di Indonesia”

2734 views

image

Bangkalan, maduracorner.com – Keberadaan simbol palu arit dan gambar tokoh-tokoh PKI saat karnaval agustusan di Pamekasan, sabtu (15/8/2015), mendapat sorotan tajam banyak pihak. Termasuk dari LSM yang ada di Bangkalan. Mereka menyayangkan, keberadaan simbol dan gambar komunisme tersebut bisa mengikuti parade dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-70.

“Bagaimana bisa semacam itu bisa lolos dari pengamatan pihak keamanan maupun Pemkab Pamekasan selaku panitia karnaval. Ini bentuk kecolongan yang tidak seharusnya terjadi”,tandas Ketua LSM Lembaga Parlemen Reformasi (LEMPAR), Fathur Rahman Said kepada maduracorner.com.

Pria yang akrab disapa Jimhur Saros ini mengatakan, Pemkab Pamekasan seharusnya selektif terhadap atribut peserta karnaval sebelum diberangkatkan. “Ini harus segara mendapat evaluasi. Baik oleh kalangan birokrasi, keamanan (TNI/Polri) maupun para tokoh agama di Pamekasan”, cetusnya.

Jimhur menegaskan, PKI dan semua ormas underbouw-nya tetaplah organisasi politik yang dilarang di Indonesia. Karena menurutnya, komunisme telah meninggalkan jejak berdarah dalam sejarah bangsa Indonesia.

“Jangan pernah melupakan sejarah kelam itu. Jangan kemudian diputar balikkan seolah-olah PKI yang jadi korban”,tegas Jimhur. “Merekalah yang terlebih dahulu memprovokasi umat Islam Indonesia. Baik dengan cara aksi intimidasi, kekerasan hingga pembunuhan. Maka jangan salahkan umat Islam pasca tahun 1965 melakukan aksi balasan. Karena menurut saya, itu adalah bentuk pembelaan diri”,tambahnya.

Jimhur melanjutkan, aksi kekerasan orang-orang komunis sebelum tahun 1965 tidak mungkin bisa dibantah. “Banyak saksinya. Terutama serangkaian pembunuhan terhadap kalangan santri, ulama maupun politisi Islam hingga para Jenderal AD yang menjadi penghalang besar bagi cita-cita mereka saat itu. Yakni membentuk negara komunis di Indonesia”,urainya.

Lebih lanjut, Jimhur pun mengaku kaget saat mendengar Presiden Jokowi diisukan bakal meminta maaf pada keluarga PKI saat pidato kenegaraannya bulan agustus tahun 2015. “Karena perlu diingat, orang-orang komunis itu pernah melakukan pemberontakan 3 kali dalam sejarah bangsa ini pada rentang waktu berbeda. Masak kita merendahkan diri kita dengan minta maaf pada mereka yang sudah memberontak 3 kali di negeri ini?”,sindirnya

“Maka tentu, apa yang telah mereka lakukan tidak mungkin bisa dimaafkan secara formal. Karena mereka (PKI) juga tidak pernah minta maaf dari apa yang pernah mereka lakukan. Yang lalu biarlah berlalu. Tapi tak perlu kita yang minta maaf!”,pungkas Jimhur. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia