Mabes K-Conk Serukan Anggotanya Menahan Diri

783 views

Mabes K-Conk Serukan Anggotanya   |    Oleh Mamad el Shaarawy

Sebuah Media Lokal di Malang Yang Memuat Berita Tentang Larangan Kehadiran Suporter Madura-Foto :Mamad/MC.cm

Sebuah Media Lokal di Malang Yang Memuat Berita Tentang Larangan Kehadiran Suporter Madura-Foto :Mamad/MC.cm

Maduracorner.com, Bangkalan – Penolakan tour K-Conk Mania ke Malang baik oleh panpel maupun Aremania, memberi imbas lain. Akibat larangan tersebut, K-Conk kecewa berat dan tersinggung. Apalagi, sempat tersiar kabar bahwa yang ditolak hanya K-Conk. Sementara kelompok supporter lain seperti halnya Taretan dan Peccot Mania masih diperbolehkan oleh pihak Malang.

Seperti bola salju, isu panas pun bergulir semakin melebar tentang diskriminasi tersebut. Mabes K-Conk pun mengecam, kabar penolakan dari pihak panpel Arema dan Aremania tersebut, sebagai aksi provokatif yang bisa memperburuk hubungan antar kelompok supporter di Madura. Bahkan beberapa korwil K-Conk pun melontarkan kritikan tajam terhadap Taretan karena dianggap tidak solider sesama supporter Madura.

Guna menangkal isu berbau provokatif tersebut, Mabes K-Conk pun mengeluarkan instruksi tegas. Mereka meminta anggotanya tetap menahan diri dan tidak terpancing emosi yang bisa berujung pada tindakan anarkhisme.

Presiden K-Conk Mania Jimhur Saros membenarkan bahwa hubungan antar kelompok supporter di Madura sempat memanas. “Ini semua akibat ulah dari segelintir orang. Kata-kata dan lontaran provokatif yang tidak bisa dipertanggung jawabkan”,kecam Jimhur. “Tapi semua harus menahan diri. Kami memang kecewa dan marah. Tapi semuanya harus dilakukan secara elegan”,tegas Jimhur kepada maduracorner.com.

Maka dari itu, Jimhur Saros memastikan bahwa hubungan antara K-Conk, Taretan dan Peccot tetap baik-baik saja. Apalagi sejumlah pentolan Taretan sudah memberikan klarifikasi langsung ke Mabes K-Conk, selasa sore (09/04).

“K-Conk, Taretan dan Peccot tetap satu darah. Satu ikatan emosional persaudaraan sesama supporter Madura. Biarkan orang lain yang memprovokasi. Kita tidak boleh ribut sendiri”,pungkas Jimhur. (mad)

Email Autoresponder indonesia