Sapi Madrasin Hasil Inseminasi Buatan Untuk Meningkatkan Produksi Daging

Tingkatkan Produksi Daging melalui  Inseminasi Buatan     | oleh  :  A.Shohib

 

bupati RK Makmun Ibnu Fuad saat berfoto dengan sapi Madrasin-foto : A.Shohib/MC.com

bupati RK Makmun Ibnu Fuad saat berfoto dengan sapi Madrasin-foto : A.Shohib/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan– untuk meningkatkan produksi daging, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispartanak) Bangkalan melakukan perkawinan silang atau Inse,minasi Buatan (IB) antara sapi Madura dengan sapi Limosin dari Australia. “Hasil Perkawinan sapi Madura dengan Limosin ini kita beri nama sapi Madrasin,” terang Kadispartanak Bangkalan, Puguh Santoso disela-sela acara Inseminasi Buatan (IB) di kantor Puskeswan Desa Langkap, kecamatan Burneh, Bangkalan, Rabu (29/05).

Acara perwakinan silang antara Sapi Madura dengan Sapi Limosin itu dihadiri oleh Bupati Bangkalan, RK Makmun Ibnu Fuad. Bahkan orang nomer satu dilingkungan pemkab Bangkalan itu, melakukan inseminasi buatan dengan memasukkan alat IB ke Sapi Madura. “Adanya program kawin silang sapi Madura dengan sapi Australia ini mudah mudahan bisa membantu masyarakat disini, sebab ketika sudah lahir Madrasin, bisa dijual Rp 20 juta hingga Rp 30 juta dan ini sangat membantu peternak,” kata Ra Momon Panggilan akrabnya.

Dispartanak menjamin, adanya program Madrasin tersebut tidak akan menganggu keaslian sapi  Madura. “Keaslian sapi Madura akan tetap terjaga, sebab hasil kawin silang ini atau turunan Pertama kita sebut S1, ini (S1 Red) 50 persen darahnya sapi Madura dan 50 persen sapi Lomosin,” terang Kasi Pelayanan Peternakan Dispartanak Bangkalan, Sumira.

Selanjutnya kata Sumira, apabila dilakukan IB lagi, maka turunannya disebut F2 dan seterusnya. “Kalau F2 ini darah limosinnya antara 70 hingga 80 persen dan kalau sudah F3, darah Limosinnya hampir 90 persen,” tutur Sumira.

Makanya kata Sumira, untuk tetap menjaga keaslian sapi Madura, hasil kawin silang atau turunan F2 itu dikawinkan lagi dengan sapi Madura lagi. “Ini harus dilakukan agar kelestarian sapi Madura tetap terjaga,” jelasnya.

Lebih lanjut Sumira menjelaskan, adanya program IB dengan sapi Limosin ini tujuannya hanya untuk meningkatkan produksi daging di Bangkalan. “Tujuan Program ini untuk meningkatkan produksi daging, biasanya sapi Limosin langsung dipotong, Kalau sapi Madura beratnya hanya 250 kg hingga 300 kg, tapi  kalau sapi Madrasin beratnya bisa mencapai 600 kg dan  berat itu dua kali lipat dari sapi Madura,” tutur Sumira.

H Muhlis salah seorang Peternak dari desa Tanah Merah kecamatan Tanah Merah mengaku lebih senang dengan sapi Madrasin. “Harga jual sapinya lebih mahal pak, umur 6 bulan harganya sudah mencapai Rp 10 juta, kalau umur 4 tahun, harga harganya bisa mecapai Rp 26 juta, kalau sapi Madura umur 4 tahun haragnya paling Rp 6 juta saja,” kata H Muhlis. (min).

Email Autoresponder indonesia