Mahasiswa Se-Jatim Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penembakan Aktivis Mathur Husairi

 

image

Maduracorner.com,Bangkalan- Puluhan aktiivis yang menamakan dirinya dari Aliansi Mahasiswa Jatim Barsatu (AMJB)
Menuntut penegak hukum yakni Polres Bangkalan agar menindak tegas pelaku kekerasan terhadap para aktivis di Bangkalan. Karena negara kita ini negara hukum bukan negara premanisme. “Kami sangat menyesal  kota santri yang dikenal sebagai kota santri telah berubah menjadi anarkis. Kami disini selalu ingin menyuarakan kebenaran,” ujar  Nurhakim.

Dikatakan Nur Hakim, Saat ini Bangkalan penuh dengan para premanisme yang tidak bertanggung jawab, Salah satu korbannya adalah aktivis LSM CIDE Bangkalan Mathur Huzairi yang terjadi pada Selasa (20/1/2015). Ditembak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Itu sebabnya mengapa kota Bangkalan ini mendapat julukan sudah tidak mengenal supremasi hukum lagi. “Kami minta secepatnya Polres Bangkalan menangkap pelaku penembakan terhadap aktivis Mathur Huzairi,” ujar Nurhakim.  Dilanjutkan dengan penggalangan tanda tangan dari aktivis, mahasiswa, wartawan dan Kapolres juga ikut membubuhkan tanda tangan diatas kain putih sepanjang 3 meter.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Soelistiyono  meminta dukungan aktivis agar peristiwa pembacokan yang memasuki proses penyelidikan secepatnya membuahkan hasil. “Dalam pengungkapan kasus ini Polres Bangkalan di back-up Polda Jatim secara penuh, yang hingga sekarang masih terus bekerja. Semoga  Huzairy secepatnya sembuh karena dia adalah salah satu saksi kunci dalam kasus penembakan tersebut,” pungkas AKBP Soelistiyono.

Penulis : Aryan
Editor   : Sohib

Email Autoresponder indonesia