Mahasiswa Tuntut Kapolres Bangkalan Beri Sanksi Anggota Yang Melakukan Kekerasan Saat Demo

image

Demo BEM UTM di Depan Mapolres Bangkalan

Bangkalan, maduracorner.com – Kasus kekerasan terhadap mahasiswa yang dilakukan polisi pada saat aksi demonstrasi, kamis (12/11/2015) waktu lalu, menjadi atensi mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Tindakan brutal tersebut dinilai tidak mencerminkan sebagai aparat yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat.

Menindak lanjuti kasus kekerasan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (BEM UTM) menggelar aksi di depan Mapolres Bangkalan, senin (23/11/2015) siang. Mereka pun mengecam tindakan premanisme dari anggota kepolisian.

“Ketika polisi tidak mengayomi dan kekerasan yang diutamakan, mahasiswa harus melawan. Jika polisi membungkam suara mahasiswa dalam menyuarakan kebenaran, mahasiswa menolak diam,”teriak Korlap Aksi, Bahiruddin dalam orasinya.

Menurutnya, pemukulan terhadap mahasiswa UTM adalah bentuk tindakan sewenang-wenang. Ia pun menegaskan, mahasiswa bukan objek kekerasan. Namun sebagai penyambung lidah rakyat untuk menyuarakan kebenaran. Terlebih, kebebasan berpendapat diatur dalam Undang-undang nomor 9 tahun 1998.

“Kami menuntut Kapolres Bangkalan segera menindak tegas anak buahnya yang melakukan pemukulan sesuai dengan PP nomor 2 tahun 2003. Apabila tuntuan kami tidak dipenuhi, kasus ini akan kami laporkan ke Polda bahkan ke Mabes Polri,”tegas Bahiruddin dengan nada mengancam.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Windyanto Pratomo saat menemui pendemo menyampaikan, insiden pemukulan tersebut tetap diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Sebab hal itu menurutnya merupakan suatu tindakan tidak tepat yang dilakukan oleh anggota kepolisian. “Namun kita tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kami sudah meminta keterangan dari saksi atas kasus ini,”papar mantan kapolresta Batu tersebut. (her/mad)

Penulis: Donny Heryanto
Editor: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia