Makam Air Mata Arosbaya Bangkalan

941 views

Kuburan Aermata (Air Mata) 

Alkisah tersebutlah pada jaman dahulu. Pada jaman pemerintah sultan agung di mataran. Pada suatu hari beliau kedatangan rombongan dari sampang madura yang dipimpin oleh panimbahan jurukiting. Maksud dan tujuan kedatangan nya adalah untuk menghadapkan seseorang yang bernama Raden Praseno yaitu salah satu putra raja arosbaya yang bernama Raden Koro yang bergelar pangeran tengah.

Setelah maksud kedatangannya di jelaskan kepada sultan agung tengtang asal usul
R. praseno, kemudian beliau merasa sangat iba dan menaruh rasa sayang kepada
R praseno. Hal ini disebabkan antara lain karena ia telah di tinggalkan oleh ayahnya ketika ia masih kecil.
Karena itulah kemudian R praseno mendapat kepercayaan dari sultan agung dan di angkat untuk menjadi raja dan di beri kekuasan di arosbaya, berkedudukan di sampang dengan mendapat gelar PANGERAN CAKRANINGRAT I menggantikan paman nya yang bernama pangeran MAS.
Beliau menmpunyai seorang permaisuri yang bernama Syarifah Ambami.
Walaupun P. cakraningrat I ini memerintah di madura, tetapi beliau banyak menghabiskan waktu nya di mataram,membantu sultan agung. Sedang pemerintahan dimadura, selama beliau berada di mataram, tetap berjalan lancar.
Melihat keadaan yang demikian, istrinya syarifah ambami merasa sangat sedih. Siang malam beliau menangis meratapi dirina. Akhirnya beliau betekat untuk menjalankan pertapaan. Kemudian bertapalah beliau disebuah bukit ang terletak di daerah buduran arosbaya. Dalam tapanya itu beliau senantiasa memohon dan berdoa kepada yang maha kuasa,semoga keturunananya kelak sampai pada tujuh turunan dapat di takdirkan untuk menjadi penguasa pemeritahan di madura.
Di kisahkan pula bahwa dalam pertapaan nya itu beliaubertemu dengan nabi haidir AS. Dari pertemuannya itu pulalah beliau memperuleh kabar bahwa permohonananya insyaallah di kabulkan. Batapa senang nya, akhirny beliau bergegas pulang kembali ke sampang.
Sedang beberapa lama kemudian P. Cakraningrat I  datang dari mataram. Di ceritakanlah semua semua penalamannya semenjak suaminya berada di mataram, bahwa beliau menjalankan pertapaan dan di ceritakan pula hasil pertapaan nya kepada P. cakraningrat I
Setelah selesai mendengarkan cerita istri nya itu, P. cakraningrat I bukanlah merasa senang,, akan tetapi beliau merasa bersedih dan kecewa terhadap istrinya, mengapa beliau hanya berdoa dan memohon hanya sampai tujuh turunan saja.
Melihat kekecewaan yang terjadi pada diri P. cakraningrat I ini, beliau merasa berdosa dan bersalah terhadap suaminya.
Setalah P. cakraningrat I kembali ke mataram, beliau pergi bertapa lagi ketempat pertapannya yang dulu. Beliau memohon agar semua kesalahan dan dosa terhadap suaminya di ampuni.
Dengan perasaan sedih beliau terus menjalani pertapaan nya. Beliau selalu menganis, menangis dan terus menangis, sehingga air mata nya mengalir menbanjiri sekeliling tempat pertapaannya, sampai beliau wapat dan kebumikan di tempat pertapaan nya, yang sampai sekarang kita kenal dengan nama : MAKAM AIR MATAair mata
Email Autoresponder indonesia