Makna Dari Nama Labang Mesem

2461 views

Sumenep. maduracorner.com Labang Mesem yang merupakan pintu gerbang Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur ini dibangun oleh Panembahan Sumolo. Namun tahukah anda kenapa pintu gerbang keraton ini diberi nama Labang Mesem, dan banyak versi pula yang memaknai dari nama tersebut.

Setidaknya ada tiga versi yang melatari pemberian nama Labang Mesem. Pertama, pada jaman dahulu pintu gerbang menuju keraton itu dijaga oleh dua orang cebol. Hal ini bisa dilihat dari dua ruangan dengan pintu rendah di kanan dan kiri gerbang itu. Menguatkan bukti itu, di makam Asta Tinggi terdapat kuburan-kuburan cebol. Karena yang menjaga orang dengan bentuk kecil, maka tak heran bila sering menghadirkan senyum orang-orang yang melintas di gerbang tersebut.

Versi kedua menyebutkan, ruang terbuka yang berada di atas pintu gerbang tersebut merupakan tempat raja untuk mengawasi sekitar keraton. Juga mengawasi putri-putri dan para istrinya yang sedang mandi di Taman Sare. Konon ketika sedang memperhatikan putri dan atau istrinya yang sedang mandi itu, raja tampak mesam-mesem. Sebab itulah kemudian gerbang itu disebut Labang Mesem.

Sedang versi yang lain, menyebutkan suatu ketika Keraton Sumenep berhasil memukul mundur pasukan dari kerajaan Bali. Menyisakan dendam, Raja Bali bermaksud menuntut balas. Maka mereka pun datang ke Sumenep beserta bala tentaranya. Namun siapa sangka, ketika mereka sudah sampai di depan gerbang keraton amarah yang diselimuti dendam berubah. Menjadi senyum ramah dan penuh persahabatan. Kabarnya, hal itu merupakan akibat terkabulnya doa raja kepada Tuhan yang Maha Esa. Merubah api dendam menjadi air persaudaraan.

Seorang Pengamat Sejarah, RP. Mohammad Mangkuadiningrat mengatakan, jika pemberian nama Labang Mesem hanya sebuah nama saja, dikarenakan dulu, tepat di sebelah timur pendapa ada sebuah arca yang berbentuk seseorang yang tengah tersenyum. Arca tersebut terlihat tepat lurus dari luar pintu gerbang keraton.

“Jadi, ketika ada yang masuk melalui pintu atau Labang Mesem, akan langsung terlihat arca tersebut tengah tersenyum pada setiap orang yang mau masuk atau melalui pintu gerbang tersebut,”kata Mohammad yang akrab dipanggil Gus Mad atau Pak Mangku.

Namun, sayang sekali Arca yang melambangkan kedamaian dan selalu tersenyum menyambut orang yang akan masuk ke dalam keraton Sumenep, kini sudah tidak ada lagi. Sehingga menyebabkan banyak versi yang mengartikan makna dari pemberian nama Labang Mesem.

“Entah ada yang memindah atau ada yang mengambil, saya tidak tahu. Cuma dulu memang sejak saya kecil sering melihatnya jika ke keraton. Dan kisah tersebut memang saya dengar langsung dari sesepuh keraton sendiri,”kata putra bungsu R. Ario Mangkuadiningrat ini.

Hal senada juga disampaikan oleh R. Ajeng Ratnadi, salah satu keluarga keraton. Menurutnya, apa yang dikatakan Gus Mad itu sesuai dengan yang diketahuinya selama ini.

“Saya juga mendengar langsung dari kakek saya yang dulu tinggal di keraton. Kebetulan menjabat sebagai Sekda, jika sekarang. Arca itu ada di dekat stupa atau lonceng,”kata cucu R. Ario Sasradingrat ini.

Ratnadi berharap agar semua pihak bisa turut berperan dalam menjaga peninggalan-peninggalan sejarah. Agar sejarah Sumenep yang selama ini masih berceceran, bisa dipungut, sehingga utuh kembali.

“Generasi muda harus tahu. Dan ini merupakan bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai luhur budaya kita,” tutup isteri almarhum R. Purnomo ini. (far/ron)

By : Jiddan

Sumber Matasumenep.com
Email Autoresponder indonesia