Masyarakat Sepulu Audensi Tuntut Perbaikan Kondisi Sekolah Yang Tak Layak Huni

Maduracorner.com, Bangkalan,- Sejumlah masyarakat Desa Gunilap Kecamatan Sepulu Bangkalan yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Kecamatan Sepulu yang disingkat Kompas melakukan audensi kepada Komisi D, Selasa, (20/8/2019).

Masyarakat Sepulu yang mengatasnamakan Kompas itu menyampaikan aspirasi perihal bantuan DAK yang diduga tidak tepat sasaran.

Dan menindak lanjuti hasil musyawarah wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN 01) di Desa Gumilap Kecamatan Sepulu karna kondisi bangunan di SDN 01 Gunilap terlihat memprihatinkan.

Menurut Ali Alatas salah satu peserta audensi mengatakan kondisi bangunan sekolah tersebut menurutnya sudah sangat tidak layak ditempati untuk kegiatan belajar mengajar dikarenakan belum mendapat bantuan untuk perbaikan dari pemerintah.

“Tepatnya di Sekolah SDN 1 Gunilap Kecamatan Sepulu. Untuk mengetahui kondisi riil silahkan cek kelapangan,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Sekolah Dasar Muhammad Toha mengatakan ruang kelasnya 6 dan siswanya sekitar 80 sampai 200 namun Pihak kompas mengatakan ada 5 kelas tetapi di Dapodiknya ditulis 6.

“Yang layak diusulkan yaitu rehab, Sementara usulannya Ruang Kelas Baru (RKB). Jadi walaupun teman teman kompas melakukan aspirasi namun ketika mengisi dapodiknya kurang tepat dan tidak benar maka dikrisna akan ditolak,” ujarnya.

Menanggapi perihal aduan sejumlah masyarakat tetsebut. Ketua Komisi D Bangkalan Nur Hasan menyatakan langsung meminta kepada Dinas Pendidikan agar SDN Gunilap tahun 2020 mendapat bantuan perbaikan kondisi sekolah tersebut.

“Kita nanti akan membahas rancangan pada tahun 2020, dan setiap OPD itu akan membuat RKH untuk bisa memastikan sekolah mana saja yang mendapat dari dana alokasi umum. Tetapi kalau atensi seperti ini memang harus perlu diingatkan bahwa hal seperti ini jangan hanya menjadi janji politik. Namun ini harus diberikan kepastian bahwa kondisi sekolah tersebut memang sangat parah dan memprihatinkan sehingga Sekolah ini harus dijadikan skala prioritas,” pungkasnya (tkn).