Melihat Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Darul HIkmah

Maulid Nabi di Ponpes

Maulid Nabi di Ponpes

Bangkalan,Maduracorner.com – Peringatan Nabi Muhammad SAW digelar di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan ada nuansa berbeda dengan perayaan Maulid yang di lakukan oleh Pondok Pesntren lain di kabupaten Bangkalan.

Di dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, salah satu Ponpes terbesar Ini mengundang sekitar. 2 ribu orang lebih. Ribuan undangan tersebut duduk lesehan di masjid dan halaman masjid ponpes tersebut. Diatas tempat duduk para undangan pengurus ponpes telah menyiapkan balon-balon yang digantung pada sebuah benang. Kemudian para undangan mengambil balon yang telah disiapkan tersebut dengan cara berebut, setelah acara dimulai.

Selanjutnya kegiatan peringatan maulid nabi digelar dengan membaca sejumlah doa. Salah satu doa yang dilantunkan adalah Sholawat Nabi. Saat pembacaan sholawat berlangsung ada kejadian menarik.

Dimana ketika pengurus pondok menabur uang ke arah undagan. Tak pelak, situasi ramai dan gaduh pun terjadi. Ribuan undangan saling sikut untuk mendapatkan uang receh tersebut.

Namun, kondisi kembali normal ketika uang sudah berhasil direbut undangan. Kemudian dengan khusuk mereka melanjutkan baca doa dalam peringatan maulid nabi.

“Setiap tahun kami selalu memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini merupakan bentuk kecintaan kami kepada Rosululloh. Kami mengadakan ini bukan karena ingin dipuji orang atau sombong, namun semata-mata karena Allah,” terang Pengasuh Ponpes Darul Hikmah, KH Djauhari Aris, Sabtu (3/1/2015) .

Dikatakan Djauhari, dirinya bersama keluarga selalu menyisihkan uang setiap hari, untuk bisa memperingati maulid. Sedikit demi sedikit uang terkumpul dan akhirnya cukup untuk memperingati maulid.

Disinggung berapa uang yang dihabiskan untuk biaya maulid, ia mengaku tidak secara pasti. Namun, yang jelas untuk uang yang dibagikan (yang disebar dan slabet/diberikan) pada undangan sekira Rp 30 juta.

“Itu belum lagi yang lain. Tapi, bagi saya kalau mengeluarkan uang sampai Rp 100 juta setiap tahun tidak apa-apa. Karena saya sangat berhutang jasa pada beliau, sehingga menjadi islam yang sempurna. Kami lakukan ini betul-betul ikhlas,” pungkanya.

Penulis : Anto
Editor : Sohib

Email Autoresponder indonesia