Melihat Tradisi “Toron” Masyarakat Madura

612 views

Bangkalan,Maduracorner.com – Sesibuk apapun dan senyampang masih ada kesempatan juga didukung oleh financial yang memadai, bisa dipastikan masyarakat Madura yang selama ini mengais rejeki diperantauan seperti kota metropolitan Surabaya dan kota terdekat lainnya, selalu berusaha untuk melakukan “toron” atau pulang kampung pada hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha 1435 H. “Senyampang masih ada waktu dan tidak ada halangan yang bersifat penting, saya, istri dan anak selalu berupaya untuk pulang kampung pada hari raya Idul Adha ini,” terang Sulaiman sekeluarga yang tengah dalam perjalanan mudik dengan kendaraan roda empat ke Desa Bundah Kecamatan Sereseh Kabupaten Sampang Sabtu, (4/10/2014).

Itu sebabnya, mengapa tradisi “toron” bagi masyarakat Madura disebut sebagai bentuk untuk melestarikan budaya turun temurun, lanjut Sulaiman. Karena ikatan keluarga ditengah warga Madura itu sangat kuat. Sehingga budaya “toron” itu melekat kental di masing-masing pribadi, walaupun hanya sehari dan harus kembali lagi dengan situasi berdesak-desakan dan berpanas ria dijalan akibat terhalang kemacetan panjang. Itu dianggap hal biasa, yang penting keinginan toron atau pulang kampung sudah terpenuhi “Ada kebahagian tersendiri saat toron dan berkumpul bersama keluarga besar dikampung, meskipun hanya
sebentar, itu sudah cukup,” pungkas Sulaiman.

Penulis : Aryan
Editor : Sohib

Email Autoresponder indonesia