Meliput Kebakaran, Kamera Jurnalis Kompas TV Dirampas

383 views

Proses mediasi di Polsek Bluto. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM- Perbuatan tidak menyenangkan dialami jurnalis Kompas TV, Nurkholis. Kameranya, dirampas ketika hendak meliput kebakaran pabrik briket arang batok kelapa di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (22/1/2019) malam.

Kronologisnya, Nur Kholis mendapat informasi kebakaran di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, sekitar pukul 18.36 WIB. Sesampainya di lokasi, tepatnya di pintu masuk pabrik briket arang batok kelapa milik PT. Panda Coco Charcoal, bertemu dengan anggota Polsek Bluto.

“Saya menunjukkan ID card dan mohon izin liputan kepada anggota Polsek yang berada di lokasi kebakatan. Saya diantar oleh anggota ke dalam gudang, tempat api,” terangnya.

Setelah mengambil gambar sekitar 6-7 take, seseorang memakai kaos tiba-tiba merampas kamera, walaupun sempat dijelaskan bahwa dari media, tidak dihiraukan.

“Kamera saya tiba-tiba dirampas,
Saya sempat menjelaskan sudah dapat izin anggota Polsek setempat. Tapi tidak dihiraukan. Lalu meminta saya dan teman wartawan keluar dari lokasi,” imbuhnya.

Ia mengaku heran kenapa tiba-tiba kameranya dirampas. Padahal, menurut dia, dirinya tak memiliki maksud jahat. Apalagi dia merasa sudah melakukan peliputan sesuai standar kerja jurnalistik.

Akibat kejadian tersebut, pria yang akrab disapa Abil ini gagal melakukan peliputan. Ia pun merasa dirugikan dengan kejadian yang dialaminya itu.

Untuk itu, tepat pukul 22.00 WIB ia membawa kasus perampasan kamera tersebut ke ranah hukum.

“Saat ini juga saya akan melaporkan kejadian ini ke Polres Sumenep, karena ini sudah jelas menghalangi tugas jurnalistik,” tegasnya.

Sementara menurut penjelasan direktur PT. Panda Coco Charcoal Avazbek Ishbaev, para jurnalis datang di hari yang tidak tepat, disaat ia dalam kondisi panik ditimpa musibah kebakaran.

“Posisi rekan-rekan kan tau disana, ini belum selesai, api masih belum padam, saya dalam posisi panik, anda datang di hari yang kurang tepat, mudah mudahan anda datang di hari yang biasa, saya siap wawancara atau apa, saya siap,” jelasnya saat proses mediasi di Mapolsek Bluto.

Namun, proses mediasi di wilayah hukum polsek Bluto tampaknya tidak menemukan kata damai, sehingga peristiwa tersebut dipastikan melalui jalur hukum dengan melaporkan ke Mapolres setempat. (*)

Penulis: Sai

Editor: Ahmad