Memori PEPARNAS (1), Diskriminasi Atlit PEPARNAS 

886 views

Bangkalan, maduracorner.com – Seperti kita ketahui bersama, Provinsi Jawa Timur telah berhasil menduduki peringkat kedua (runner up) pada PON XIX Tahun 2016 di Jawa Barat yang baru saja berakhir pada tanggal 29 September 2016. Sungguh, sebuah prestasi yang luar biasa, terlebih ratusan miliar rupiah telah tersedot dalam usaha untuk mencapainya, mulai dari pemusatan latihan yang telah berlangsung sejak tiga tahun yang lalu, hingga detik pelaksanaannya.

Sementara empat hari lagi, sesama anak kandung (yang terdiskriminasi dan termarginalkan: 1) https://goo.gl/8L7YGb, 2) https://goo.gl/cOhCz2, 3) https://goo.gl/GI0iWP) dari provinsi tercinta ini, akan berlaga pula dalam ajang bergengsi antar provinsi: Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV Tahun 2016 di Jawa Barat. Setelah melalui perjuangan yang pantang untuk hilang pengharapan, pada hari ini (12/10/2016) kami akan terbang dari Bandara Juanda menuju Bandara Soekarno Hatta, untuk kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Bandung.

Bukan runner up yang kami kejar, bukan menang atas orang lain yang kami tekankan, melainkan kami dorong setiap atlet–yang tak pernah sedikit pun mencicipi setetes kemewahan yang telah dirasakan oleh Kontingen Jawa Timur pada PON XIX–untuk dapat menjadi diri sendiri, memberikan yang terbaik dari dirinya sendiri (https://goo.gl/6goXNX). 

Menjadi yang terbaik tak harus menang atas orang lain, melainkan harus berani berjuang sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik, sekalipun tak pernah meraih juara dan mengalahkan lawan-lawannya. Selamat berjuang!
Penulis : Roy Soselisa

By Jiddan

Email Autoresponder indonesia