Menanam Pohon Akan Dijadikan Syarat Pengambilan Buku Nikah di Sampang

Ilustrasi. (FOTO: Google)

SAMPANG, MADURACORNER.COM- Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berencana memberlakukan kebijakan baru bagi setiap pasangan yang hendak menikah, yakni menanam pohon. Penanaman pohon ini, untuk memenuhi ketersedian ruang terbuka hijau (RTH).

“Pemerintah masih menyiapkan regulasi sebelum menerapkan kebijakan itu, jadi warga yang menikah harus tanam dua pohon,” ujar Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang9 Faisol Ansori dikutip dari Mediamadura.com, Selasa (5/3/2019).

Faisol mengatakan, saat ini ketersediaan RTH kategori publik Kabupaten Sampang masih sekitar 10 persen, dan memiliki 7 taman dengan luas 1,4 hektar. Kebijakan ini akan bekerjasama dengan Kemenag Sampang.

“Nanti itu menjadi salah satu syarat untuk pengambilan buku nikah, sebelum menanam dua pohon tidak bisa diambil buku nikahnya,” jelasnya.

Penanaman pohon bisa diserahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang atau ditanam sendiri di halaman rumahnya. Halaman rumah juga masuk kategori RTH yang sifatnya privat.

“Ketentuannya, RTH publik dan privat setelah digabung mencapai 30 persen,” tuturnya.

Sementara Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, menyampaikan target perbaikan taman kota harus selesai dalam satu bulan. Ada tiga taman yang menjadi prioritas yakni taman kota depan kantor Pemkab, monumen, dan taman Wijaya Kusuma.

“Segala bentuk kegiatan yang mendukung terhadap upaya perbaikan Kabupaten Sampang pasti kami setujui, kami akan buat terobosan baru, Sampang harus lebih indah,” singkatnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad