Menengok Tradisi Tajin Mera Warga Desa Langkap, Selama sebulan warga Desa Makan Tajin Mera.

seorang anak mengantarkan tengah Tajin Mera. mc.com/ A.Shohib.

seorang anak  tengah mengantarkan  Tajin Mera. mc.com/ A.Shohib.

Maduracorner.com,Bangkalan – Warga desa Langkap Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan masih tetap mempertahan tradisi dan nilai-nilai budaya yang telah  diwariskan oleh nenek moyangnya. Salah satunya, adalah tradisi menyelamati bulan Safar atau orang Madura biasa menyebutnya Bulan Jin Mera (bubur Merah Red). Pada bulan ini warga desa membuat Tajin Mera secara bergantian selama sebulan penuh. Bubur Merah yang dibuat itu  diantarkan ke Tetangga dan sanak saudaranya.

Syaiful Islam salah seorang warga kampung Langgerdimor, Desa Langkap, Kecamatan Burneh yang bekerja di Surabaya, setiap bulan safar pulang kampung untuk merayakan bulan Jin Mera (Madura Red). Ia dan keluarganya  membuat Tajin Mera dan bubur yang sudah masak itu diantarkan ke tetangga dan sanak familinya. ”Rasanya kurang sreg kalau dalam setahun ini saya tidak membuat bubur Merah untuk menyelamati bulan safar ini, dan bukan hanya saya semua warga kampung disini banyak yang membuat tajin  mera, bergantian selama bulan Safar ini” terang Syaiful Islam, Ahad (06/01).

Dijelaskan dia, dirinya membuat Tajin Mera untuk selain untuk menyelamati bulan Safar, juga untuk melestarikan budaya yang ada sejak nenbek moyangnya. Selain diantarkan ke sanak keluaragnya, Tajin Mera ini juga bisa menambah keakraban di kalangan  teman-temannya. Sebab, Ia mengundang teman-temannya datang  ke rumah untuk makan Tajin mera bersama-sama. “Kita kan jarang ngumpul dengan teman teman dikampung, dan makan bareng. Karena disibukkan dengan rutinitas masing-masing. Dengan adanya bulan  Tajin Mera ini, kita bisa berkumpul,,” kata Syaiful Islam.

Lebih lanjut Syaiful Islam menjelaskan, pada bulan Safar atau bulan Jin Mera ini, Setiap hari warga Kampung Langgerdimor membuat Tajin Mera secara bergantian. “Jadi hampir setiap hari pada bulan Safar ini warga kampong selalu makan Tajin Mera dan ini hanya bisa ditemuai pada bulan Jin Mera saja,” tuturnya

Ia menambahkan, membuat Tajin Mera tidak membutuhkan biaya besar dan sulit. Tapi, juga tidak gampang,  bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya tepung beras, kelapa dan gula Jawa.  “Setiap tahun, Saya dan istri selalu membuat tajin mera. Insya allah kalau ada rezeki, tahun depan saya tetap membuat Tajin Mera lagi,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang Warga, Sulaiman mengaku tidak jenuh makan Tajin Mera setiap hari pada bulan safar ini, selain sangat enak, Tajin  Mera buatan warga Kampung langgardimor ini berbeda dengan bubur Mera yang lain. Dimana manisnya tidak terlalu nendang, tapi rasanya enak. “Rasanya beda dengan bubur Mera yang biasa dijual setiap hari. Lebih nikmat Tajin Mera ini, apa karena untuk menyelamati bulan, sehingga rasanya beda ya,”  paparnya.  (min)