Mengintip Produksi Wajan Raksasa di Sumenep

230 views

H Mumammad (52) memamerkan wajan raksasa. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM-Kualitas wajan raksasa yang diproduksi oleh home industri di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak kalah dari wajan impor. Bahkan, bisa digunakan sampai 25 tahun.

Pengrajin wajan raksasa H. Muhammad (55) mengaku membuat berbagai macam alat dapur dari ukuran kecil hingga ukuran besar. Termasuk membuat wajan raksasa setebal lima milimeter, dengan kedalaman 25 centimeter.

Wajan raksasa ini memiliki empat pegangan, untuk mempermudah pemilik catering saat memasak dalam jumlah besar. Keempat pegangan tersebut, menyatu sejak awal pembuatan wajan jumbo tersebut.

“Produksi wajan raksasa ini, dikirim ke luar daerah Madura, seperti ke Jakarta, Bali, bahkan sampai ke Kalimantan,” ujar Muhammad, sambil memperlihatkan wajan raksasa buatannya, Senin (7/1/2019)

Selain memproduksi wajan raksasa, ia juga membuat peralatan dapur lainnya, seperti dandang, panic, alat open, panci tutup mulai dari ukuran kecil hingg ukuran besar, serta peralatan dapur lainnya yang berbahan dasar aluminium.

“Kalau harganya bervarisasi dari harga Rp 25 ribu hingga Rp 2,5 juta rupiah per unit,” paparnya.

Menurut Muhammad, proses pembuatan perlengkapan dapur tersebut masih menggunakan alat-alat tradisional. Sebab, belum mendapat bantuan peralatan yang lebih moderen dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

“Pembuatan wajan raksasa membutuhkan waktu satu hari, dan dilakukan oleh dua orang,” ucapnya.

Pembuatan wajan raksasa masih dilakukan secara manual. Mulai dari pembakaran bahan awal plat aluminium sampai pada proses penghalusannya.

Proses pembakaran plat aluminium menggunakan kayu atau janur kering selama satu jam lebih. Hal itu, untuk mempermudah proses pembentukan wajan raksasa. Sedangkan untuk wajan berukuran kecil, cukup menggunakan kompor gas sekitar setengah jam saja.

“Untuk menghaluskan, menggunakan ban bekas mobil,” imbuh Yoyok, pembuat wajan raksasa. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa