Menjamu Tim Zona Degradasi, PMU Hanya Raup 1 Poin

636 views
pergerakan Osas dan Zainal Arif memaksa PBR harus disiplin menjaga pertahanan. foto : krism/mc.com

pergerakan Osas dan Zainal Arif memaksa PBR harus disiplin menjaga pertahanan. foto : krism/mc.com

 

PMU Ditahan Imbang Tim Peringkat 16 ISL | oleh : krism

Maduracorner.com, Bangkalan-Bermain dihadapan pendukungnya, Persepam Madura United (PMU) hanya bisa memetik hasil seri 1-1 saat menjamu Pelita Bandung Raya (PBR) Sabtu (30/1) malam kemarin di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Hasil satu poin Laskar Sapeh Kerap ini semakin membuktikan kedalaman anak asuh Daniel Rukito ini patut dievaluasi.

Babak pertama sejak Nazamuddin, wasit asal Balikpapan ini meniupkan peluit dimulainya pertandingan, Zainal Arif cs memang langsung menekan skuad asuhan pelatih Daniel Darko Janackovic. Beragam serangan meluncur deras ke jantung pertahanan PBR, bahkan tidak jarang tekanan Laskar Sapeh kerap ini berujung peluang.

Seperti yang terjadi pada menit 9, crossing lambung Kristian Adelmund dari sektor kanan pertahanan PBR mampu dikontrol baik Zainal Arif yang berdiri bebas tanpa kawalan di dekat kotak penalti PBR. Namun sayang, tendangan menyusur tanah Abo-panggilan Zainal Arif, yang mengecoh lewat sela-sela kedua kaki Edi Kurnia masih melintir lebar di kiri gawang PBR.

Berikutnya, PMU kembali hampir membukukan peluang di menit 13 melalui serangan balik cepat yang dilakukan lewat kerjasama apik Zainal Arif dan Osas Marvilious. Namun lagi-lagi sayang, tendangan keras Osas ‘Saha’ itu masih melebar ke sisi kanan gawang PBR.

Sejauh itu, skuad asuhan Daniel Rukito gagal total mengkonversi gol dua peluang emas yang didapat. Sebaliknya, 3 menit berikutnya, kelalaian bek Michael Orah di sektor kiri pertahanan PMU membuat striker PBR bernomor punggung 17, Rendi leluasa menusuk jantung pertahanan. Namun dewi fortuna masih memihak, tendangan keras Rendi yang tak mampu digapai kiper PMU Alvonsius Kelvan itu masih tepat membentur tiang jauh.

Nampaknya, kreasi Rendi yang berhasil merangsek masuk pertahanan PMU ini menjadi starting point motivasi yang mendongkrak mental Eka Ramdani dkk. Ditambah teriakan wake up dari pelatih PBR asal Serbia, Daniel Darko membuat kreasi lini tengah PBR mulai hidup dan sistuasi berbalik arah. Hilangnya sang gelandang jangkar PMU, Ali Khadafi yang harus absen menyusul cedera otot paha juga turut andil mempermudah Eka Ramdani mengacak-acak lini tengah. Hingga kemudian, kreasi Eka Ramdani pada menit 40 berbuah petaka bagi PMU. Striker tunggal PBR Gaston Castano yang sebelumnya menerima umpan terobosan matang Eka Ramdani berhasil mengkonversi peluang menjadi gol 0-1 untuk keunggulan sementara bagi PBR.

Berusaha menyamakan kedudukan, para pemain PMU kembali menekan. Di penghujung babak pertama, sedikitnya 3 peluang emas berhasil diciptakan oleh Zainal Arif dkk meski masih belum mampu merubah papan skor. Hingga akhirnya, pada masa injury time sepakan pojok PMU ke tiang jauh masih bisa diterima baik Deni Rumba yang kemudian melakukan umpan heading kepada Osas ‘Saha’ yang berdiri dalam kawalan ketat dua bek asing PBR Mijo Dadic dan Dane Milovanovic. Seolah tak ingin menyia-nyiakan peluang, Osas menyambar heading pass Deni dengan bicycle kick yang berhasil menggetarkan jala gawang Edi Kurnia sekaligus merubah papan skor menjadi imbang 1-1 hingga peluit akhir babak pertama berbunyi.

Pada paruh kedua, kedua tim yang baru turun minum itu sama-sama bermain agresif. Tempo permainan pun semakin cepat dan keras, terutama di sektor sayap kedua tim. Situasi itu pula yang memaksa wasit kerap memberikan peringatan terhadap pemain yang melakukan pelanggaran. Bahkan sedikitnya 3 buah kartu kuning dikeluarkan wasit sejak menit awal babak kedua hingga menit ke 75. Namun skor imbang itu tidak berubah sampai pertandingan diakhiri oleh peluit panjang wasit Nazamuddin Aspiran.(krs)

 

Email Autoresponder indonesia