Menteri Pendidikan RI Target 6.400 Lembaga Bisa Terapkan Kurikulum Baru

Dari Kunjungan Menteri Pendikan RI di bangkalan    | oleh : A.Shohib.

 

Mendiknas RI saat di bangkalan- Foto : Istimewa/Mc

Mendiknas RI saat di bangkalan- Foto : Istimewa/Mc

Maduracorner.com,Bangkalan- Menteri pendidikan RI, Mohammad Nuh menyatakan, Kementrian pendidikan hanya menargetkan ada sekitar 6.400 lembaga sekolah di Indonesia yang diberi kepercayaan untuk melakukan uji kurikulum 2013/2014. “Tapi yang menginginkan ribuan. Bahkan mereka ingin biaya sendiri. Hanya meminta agar kementrian membantu terkait instrukturnya,” terang Mohammad Nuh saat mengunjungi Ponpes Al-Hikam Kecamatan Burneh, Minggu (28/07).

Dijelaskan Mohammad Nuh, dalam kurikulum yang baru ini siswa SD Kelas I sudah harus mampu melakukan observasi dan disampaikan di depan kelas. “Setiap anak kelas satu SD diminta berdiri di depan memaparkan hasil bacaannya. Itu perubahan mendasar dari kurikulum baru ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Dia menjelaskan, dalam sebuah kelas tidak lagi seorang guru lebih dominan memberikan pemaparan mata pelajaran. Sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih hidup layaknya sebuah diskusi. “Itu bisa dilihat dalam buku pelajaran kelas I di halaman pertama,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (disdik) Kabupaten Bangkalan Moh Mohni menyatakan, sebanyak 23 lembaga pendidikan dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Bangkalan yang diberi kepercayaan uji coba pelaksanaan kurikulum 2013/2014.

23 lembaga pendidikan negeri itu adalah terdiri dari 11 SD Negeri; SDN Kamoning, Kraton 3,  Banyuajuh 3, Tlomar 2, Sanggra Agung 2, Bringin 1, Banyuajuh 2, Pekadan 2, Alas Kembang 1, Demangan 1, dan SDN Kemayoran 1.
SMPN sebanyak 5 lembaga; SMPN Arosbaya 1, SMPN 2 Bangkalan, SMPN 5 Bangkalan, SMPN 1 Burneh, dan SMP Darut Tauhid. Sementara tingkat SMAN diwakili 6 lembaga; SMAN 2 Bangkalan, SMAN 3 Bangkalan, SMAN 1 Kwanyar, SMAN 2 Kamal, SMAN 1 Arosbaya, dan SMAN 1 Tanjung Bumi. Terakhir, dua SMKN; SMKN 1 Bangkalan, dan SMKN 2 Bangkalan.

“Para kasek, guru, dan pengawas lembaga tersebut dikirim untuk mengikuti bimtek (bimbingan teknis) kurikulum baru selama enam hari di Surabaya, Malang, dan Jakarta,” pungkasnya. (min)

Email Autoresponder indonesia