Misteri Bung Karno Dan 3 Macam Tongkat Komando Miliknya

15033 views
Misteri Bung Karno dan 3 Macam Tongkat Komando Miliknya

Bangkalan, maduracorner.com – Suatu hari, pemimpin Kuba, Fidel Castro mengajukan pertanyaan yang sedikit usil kepada Presiden RI Soekarno. Castro bertanya mengenai tongkat komando ayng sering dibawa Bung Karno, “Apakah tongkat ini sakti seperti milik kepala suku indian?”.

Mendengar pertanyaan yang dianggapnya lucu etrsebut Bung Karno hanya tertawa sedikit terbahak. Lalu Castro meminta peci Soekarno untuk dipakainya, dan menyerahkan pet (topi) hijaunya. Mereka bertukar aksesoris. “Pet itu saya gunakan saat menyerang Havana dan menjatuhkan Batista,” cerita Castro tentang betapa setianya pet itu menemaninya selama perjuangan.

Bung Karno dan Fidel Castro

Ini foto kenangan saat Bung Karno mengadakan kunjungan resmi kenegaraan ke Havana, Kuba pada tahun 1960. Fidel Castro (kiri) memakai peci kesayangan Bung Karno, sedangkan Bung Karno (kanan) memakai topi pet milik Fidel Castro. Mereka bertukar “jimat”

 

Bung Karno memiliki 3 tongkat komando yang melengkapi penampilannya sebagai pemimpin negara. Tongkat-tongkat tersebut selalu ia bawa dan gunakan untuk 3 momen berbeda: bertemu jendral, pergi keluar negeri, dan berpidato. Namun jika terburu-buru, denagn jujur Bung Karno mengatakan akan bawa tongkat berpidatonya.

Lantas, untuk apa tongkat itu? Bung Karno sendiri mengaku itu hanya sebagai aksesoris semata. “Itu hanya kayu biasa yang kugunakan sebagai bagian dari penampilanku sebagai pemimpin dari sebuah negara besar,” kata Soekarno pada Cindy Adams, wanita Amerika Serikat yang menjadi penulis biografinya.

Tongkat Bung Karno terbuat dari kayu Pucang Kalak. Sebenarnya pohon pucang itu banyak, tapi Pucang Kalak hanya ada di Ponorogo. Suatu malam Soekarno didatangi seseorang yang membawa sebalok kayu itu. Katanya balok itu ia potong dengan tangannya sendiri. “Ini untuk menghadapi para Jendral,” kata si pemberi kayu. Lalu Bung Karno meminta seorang seniman di Yogjakarta untuk mengubahnya jadi tongkat komando.

Bung Karno dan Tongkat Komandonya

Bung Karno memiliki 3 macam tongkat komando yang ia pakai untuk keperluan yang berbeda-beda

Dalam khazanah politik Indonesia, “ageman” atau bisa disebut jimat pegangan, itu sudah biasa. Sebuah benda yang dipercaya pemiliknya biasanya bisa membawa karisma, kekuatan, atau bahkan sampai bantuan khusus. Hal serupa sering kita temukan dalam kisah-kisah rakyat tradisional—terlepas benar-tidaknya kebenaran ‘kekuatan’ benda itu sendiri.

Sama seperti Soekarno, Jendral Sumitro, tokoh utama dalam rivalitas dengan Ali Moertopo saat peristiwa Malari 1974. Sebelum meletusnya Malari, Sumitro didatangi seorang anak muda berpakaian dekil. Ia menyerahkan sebuah keris pada Sumitro, “Untuk menang, Pak,” katanya.

Lain lagi Soeharto. Ada yang bilang sumber kekuatan Pak Harto ada di Bu Tien, malah ada juga yang mengatakan, ageman Pak Harto adalah ‘konde’ istrinya sendiri. Bicara Pak Harto, terlepas dari itu, ia memang ‘sakti’. Ia dikenal sebagai seorang petapa, ahli kebatinan yang tinggi. Ia sering bertapa kungkum di pertemuan dua arus kali di Jakarta saat sedang tarik-ulur dengan Soekarno tahun 1965-1967.

(Historia, Roso Daras)

Posted by nahya tinata
Sumber : memo bee
By : Jiddan
Email Autoresponder indonesia