Modalitas Intensional Publik Menangkal HOAX

628 views

Maduracorner.com – Modalitas Intensional Publik Menangkal HOAX

Tingkat kemajuan ilmu informasi dan teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah, mepercepat mendapatkan akses informasi dan pekerjaan masyarakat. Tetapi, realitas teknologi terkini juga menimbulkan keresahan dan ketakutan modern bagi masyarakat atau pengguna. Ketakutan dirasakan oleh masyarakat akibat adanya perkembangan teknologi terus mengkhawatirkan bagi penyalahgunaannya oleh manusia terselubung yang tidak bertanggung ajwab.
Arah perkembangan teknologi selalu berhadapan dengan berbagai bidang. Bahkan telah merambat pada segala aspek kehidupan dunia yang dapat dipengaruhi oleh adanya perkembangang teknologi. Kenyataan ini, dalam suasana apapun nyaris seluruh lapisan masyarakat tidak terlepas dari teknologi dan seolah-olah hidupnya sudah diforsir oleh kecanggihan teknologi itu sendiri.
Bambang Eko Muljono, Rektor Unisla mengatakan, “Pada dasarnya kita masuk dalam akademi informasi. Teori mengatakan siapa yang menguasai informasi, dia akan bisa menguasai dunia. Tidak perlu memiliki kekuasaan atau jabatan. Dengan informasi saja, kita bisa menguasai seluruh dunia”.
Bangsa Indonesia secara perlahan dalam menjaga keamanan dan ketahanan nasional sedang mengalami perang dingin antara publik dengan hoax yang mampu memporak-porandakan situasi positif negara beralih pada situasi isu negatif. Bukan lagi angin segar yang dapat kita terima dari pelbagai informasi pembawa sial sehingga menimbulkan sikap emosional publik sulit dikendalikan dalam pembentukan karakter bangsa itu sendiri.
Pergolakan dampak negatif teknologi global tidak mudah dibentak “berhentilah” menjadi peretas pemecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa yang damai, toleran terhadap suku, ras, dan agama. Terutama kepada penyebar hoax yang cerdik melakukan pembunuhan karakter anak bangsa.
Artikulasi berita hoax begitu kuat mengerdilkan kondisi manuver politik yang sedang bergairah berjuang dan cerderung mengadu domba antar agama. Peran hoax sama sekali tidak memiliki sumber mendasar dan visi-misi yang cemerlang untuk kemajuan negara. Sebaliknya, sebagai aktor gelap sekaligus media intoleran yang tidak relevan dengan peristiwa di lapangan.
Hanya oknum tertentu yang sengaja beraksi memperluas berita hoax dengan segudang cara jitu agar masyarakat dapat taklid bahwa barita itu sangat relevan. Modalitas hoax tentu memperkeruh kualitas media mainstream yang independen.
Terbitnya berita hoax jauh lebih cepat daripada serangan fajar yang biasa dikenal kampanye hita. Saat itu, menjadi perbincangan dalam pengawasan mejelang Pilkada serentak 15/02/2017 supaya tidak ada kecurangan dari kedua belah pihak. Penyebaran tersebut tidak terikat batas, ruang, dan waktu sehingga oknum hoax sangat leluasa menciptakan kesempatan berbohong.
Media mainstream yang diakui dewan pers pun belum tentu menyampaikan semua berita secara aktual. Bahkan berita tersebut terkadang digagas dengan latar belakang tertentu dan terkesan mementingkan suatu kelompok. Secara umum media resmi dipercaya lebih kredibel karena memiliki standardisasi jurnalistik serta patuh atau mengikuti pedoman pemberitaan media siber.
Modalitas intensional media mainstream untuk melawan berita hoax, seyogyanya saling mengevaluasi informasi yang kabur dari keberadaan masyarakat sosial. Dapat dilakukan cek silang terhadap judul berita yang bersifat provokatif. Oleh karenanya, media mainstream khususnya dewan pers lebih disiplin melakukan filter, verifikasi berita-berita palsu agar memastikan antara media yang benar atau abal-abal.
Dari sisi lain, masyarakat perlu ikrar untuk menangkal hoax. Artinya berintegrasi atau turut bersikap partisipasi bagaimana cara meluluhkan berita abal-abal yang sedang aktif berupaya merusak citra jati diri bangsa ini. Budayakan membaca subtansi berita ilmiah. Selektif akan lebaih penting sebelum menyebar ulang berita. Apakah informasi tersebut karya rekayasa atau fakta sosial yang dapat diyakini kebenaran referensinya?.
Potensi distorsi pemberitaan hoax menumbuhkan pengaruh pada pecandu teknologi tanpa tebang pilih siapapun sasaran penggunaya. Tingkat terjemahan berita hoax dimodifikasi sebagaimana konsumsi transformasi berita berdampak meyakinkan kebanaran bagi masyarakat luas.
Penyampai berita yang baik, berita disusun dengan baik pula tanpa mengundang keresahan masyarakat. Tapi, salalu mencantumkan kode nama di akhir berita. Dengan demikian, cara evaluasi media mainstream dan partisipasi masyarakat memberantas berita hoax dengan konsep berintegrasi yang telah saya singgung di atas adalah bukti cinta reputasi berbangsa, bernegara, berpegang teguh pada moralitas kedaulatan ketahanan NKRI.

Abdul Rafi_Pamekasan
Alumnus. PBSI, FKIP Universitas Islam Malang

By Jiddan

Email Autoresponder indonesia