Musim Kemarau, 42 Desa di Sampang Darurat Kekeringan

1158 views

Ilustrasi bencana kekeringan. (FOTO: Google)

SAMPANG, MADURACORNER.COM- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, menetapkan status darurat kekeringan untuk 42 desa. Hal itu, sebagai dampak dari musim kemarau.

Bahkan, BPBD memprediksi hari-hari tanpa hujan pada tahun ini akan berlangsung hingga Oktober 2018 mendatang. Praktis, desa-desa terdampak mengalami kekurangan air bersih.

“Kami sudah menanggulangi kekeringan itu melalui droping air sejak awal bulan Agustus,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Sampang, Anang Djoenaidi, Kamis (23/8/2018).

Menurutnya, masing-masing desa yang terdampak kekeringan tersebut mendapat jatah pengiriman bantuan air bersih sebanyak tiga kali dalam sebulan. Anggaran droping air bersih gratis itu, menelan biaya sebesar Rp 150 juta.

“Kami mengajukan anggaran ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, karena tidak ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sampang,” imbunya.

Anang memaparkan, 42 desa terdampak kekeringan yang tersebar di 12 kecamatan itu sudah masuk kategori kering kritis. Sebab, sumber mata air sudah mengering kecuali di Kecamatan Omben dan Kecamatan Camplong.

“BPBD menyiapkan 4 mobil tangki dan 3 mobil tangki lainnya milik PDAM Trunojoyo. Keterbatasan armada membuat distribusi air hanya mampu menjangkau 7 desa setiap hari,” tandasnya. (*)

Penulis: Maduracorner.com diolah dari berbagai sumber.

Editor: Riyan Mahesa

Email Autoresponder indonesia