Napi Rutan Bangkalan Kabur, Pembesuk Pun Kena Getah!

1343 views

Illustrasi Napi Dalam Tahanan

Illustrasi Napi Dalam Tahanan

Bangkalan, maduracorner.com – Aksi pelarian seorang warga binaan Rumah Tahanan  Negara (Rutan) Bangkalan berimbas pada warga yang ingin membesuk keluarganya di tempat tersebut. Dengan alasan masih ada penyelidikan internal, para pembesuk tidak diperbolehkan masuk ke dalam.

 
Hal ini terlihat sejak kamis (21/5/2015) pagi. Banyak pembesuk hanya bisa menunggu di luar rutan. Sejumlah ibu-ibu yang membawa makanan untuk diberikan pada anggota keluarganya yang ditahan di dalam rutan, hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Bahkan sebagian pembesuk duduk-duduk diatas sepeda motornya di areal parkir rutan.
 
“Saya sudah 1 jam disini pak. Tidak diperbolehkan masuk ke dalam (rutan). Katanya karena ada tahanan kabur dan masih ada penyelidikan di dalam”,terang salah seorang pembesuk, Hamid kepada maduracorner.com. “Tadi juga ada (pembesuk) yang memilih pulang karena terlalu lama menunggu”,tambahnya sambil asyik menghisap rokok di atas sepada motornya.
 
Hamid mengatakan, jam besuk di Rutan Bangkalan biasanya mulai diijinkan sejak jam 08.00 WIB. Namun hari ini, ternyata tidak bisa untuk sementara. “Ya mungkin karena ada kasus napi kabur itu, mas”,katanya.
 
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rutan Bangkalan kembali kecolongan. Seorang napi berhasil kabur rabu sore kemarin sekitar jam 15.00 WIB. Namun sayang, pihak rutan bungkam mengenai hal ini. Bahkan mereka terkesan menutup-nutupi.
 
Saat sejumlah wartawan datang ke rutan sekitar 20 menit setelah kejadian, para petugas rutan nampak kebingungan di pintu gerbang rutan. Mereka juga enggan menjawab pertanyaan wartawan. Bahkan terkesan menghindar dengan menutup rapat pintu pagar maupun gerbang rutan.
 
Kaburnya A-A ini merupakan kasus kedua panjang tahun 2015 ini. Sebelumnya, seorang tahanan juga bisa meloloskan diri dengan mudah dari Rutan Bangkalan. Yakni napi atas nama Anton Purwanto bulan februari lalu. Dan hingga kini belum ada kabar, apakah sang napi berhasil ditangkap kembali atau tidak. (mad).

Penulis : Mamad El Sahraawy
Email Autoresponder indonesia