Nelayan Demo Kantor DPRD Sumenep

742 views
image

Demo nelayan

Sumenep–maduracorner.com- Para nelayan sebanyak 150 orang berasal dari berbagai daerah pesisir yakni Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi dan Desa Padike, Kecamatan/Kepulauan Talango serta Pulau Giligenting, demo kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur. Para nelayan berangkat dari Taman Bunga (TB-) Sumenep dengan mengendarai 5 mobil pick up.

Kedatangan para nelayan untuk menolak Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 82 tahun 2014 tentang tata cara penerbitan surat persetujuan berlayar. Bahwa dalam pasal 5 dinyatakan, surat persetujuan berlayar berlaku 24 jam dari waktu diterbitkan dan hanya dapat digunakan untuk satu kali pelayaran.

Pantauan maduracorner.com para nelayan membawa poster kecaman terhadap pemerintah yang kebijakannya tidak berpihak pada masyarakat nelayan.

“Kedatangan kami ingin menolak Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 82 tahun 2014 tentang tata cara penerbitan surat persetujuan berlayar, karena aturan ini sangat memberatkan bagi nelayan,” teriak salah seorang nelayan asal Giligenting Edi.

Karena menurut Edi, apabila nelayan setiap hari harus minta ijin ke Sahbandar, sementara di Kabupaten Sumenep sangat banyak nelayan dan juga banyak pulau. Jadi menurutnya dapat memberatkan para nelayan.

Edi berharap  DPRD Sumenep bisa membantu nelayan di Sumenep, karena sebagai nelayan adalah pekerjaan satu-satunya dirinya.

“Kami menolak keras aturan itu, karena para nelayan yang ada di kepulauan dan yang jauh dari Sahbandar sangat memberatkan,” ujarnya.

Sementara Dwita Andriani wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep mengaku akan menindak lanjuti persoalan tersebut.

“Kami akan menindak lanjuti persoalan ini, dan kami akan berkordinasi dengan semua anggota dewan yang ada disini,” janjinya.

                                                   Penulis : Ari.                                               Editor : Gebril

Email Autoresponder indonesia