Nelayan Kwanyar Eksport Ikan Kering dan Ebi Sebagai Bahan Baku Terasi

IMG-20141009-04515

Bangkalan,Maduracorner.com – Sebagian komunitas nelayan Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kwanyar disamping menjual hasil tangkapan ikan lautnya ke pasar tradisional Kwanyar. Sebagian lagi ada yang sengaja menjual hasil tangkapan jenis ikan kecil berukuran antara 3 – 5 cm dan udang kecil yang dikenal dengan nama ebi itu sebagai bahan baku terasi dan biasa di eksport ke kota Batu Malang. “Saya dan sekitar 12 istri nelayan disini sudah hampir 6 tahun menjual ikan kecil dan ebi yang sudah dikeringkan sebagai bahan baku  terasi di eksport ke sebuah perusahaan pembuatan terasi tradisional di kota Batu Malang,”ujar Komariah Sabtu, (25/10/2014).

Proses pengeringan ikan kecil dan ebi, kata dia, sangat tergantung dari terik matahari seperti saat musim kemarau seperti sekarang ini, paling lama 4 atau 5 hari sudah kering. Namun saat musim hujan, waktu pengeringannya bisa lebih dari seminggu. Sedangkan  jumlah ikan dan ebi kering yang di ekspor atau dikirim ke perusahaan pembuatan terasi dalam 2 minggu sekali antara 300 – 450 kg, “Ikan kering dihargai Rp.20 ribu/kg dan ebi Rp.30 ribu/kg,” oleh perusahaan terasi dan langsung diambil kesini,” tutur Ponira selaku pengepul ikan kering dan ebi didesanya.  Kalau dipukul rata, setiap dua minggu sekali ibu nelayan itu mengantongi hasil penjualan ikan kecil dan ebi, antara Rp. 400 ribu – Rp.500 ribu. Cuma panen ikannya tetap stabil tapi kalau tangkapan ebi sifatnya musiman, “Susahnya jika musim hujan, waktu penjemurannya lebih dari seminggu,” pungkas Ponirah.

Penulis : Aryan
Editor  : Sohib

Email Autoresponder indonesia