Pakar Epidemiolog Inginkan Edukasi Prokes Terus Dioptimalkan pada Masyarakat

825 views

Surabaya, Maduracorner.com – Pemkot Surabaya dan Pemkab Bangkalan terus bekerjasama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hal ini semata-mata untuk melindungi warga Surabaya maupun Bangkalan, Madura dari penularan Covid-19.

Bahkan untuk memasifkan langkah preventif, Pemkot Surabaya dan Pemkab Bangkalan sepakat untuk menerapkan screening dan swab di kedua sisi Jembatan Suramadu. Tentunya kebijakan ini berdasarkan arahan dan petunjuk dari Pemprov Jawa Timur.

Pakar Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) Prof dr Pandu Riono, MPH, Ph.D berpendapat tujuan dari penyekatan di akses Suramadu adalah untuk membatasi mobilitas penduduk serta meningkatkan testing, tracing dan treatment.

Lebih mudahnya adalah untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19. Apalagi, baru ini ditemukan kasus mutasi varian baru dari hasil penyekatan.

“Dengan adanya virus baru ini, lebih bermutasi dan lebih menular, maka baik dari Bangkalan maupun Kota Surabaya benar-benar harus menjaga penduduknya agar tidak berimbas lebih banyak,” ucap Prof Pandu saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (17/6/2021).

Dirinya juga mendorong semua pihak agar bisa melakukan langkah preventif supaya virus ini tidak lebih meluas. Salah satu caranya adalah dengan memasifkan upaya testing, tracing dan treatment. Makanya, perlu adanya kerjasama yang baik antara Pemkot Surabaya dan Pemkab Bangkalan.

Di sisi lain, dia mengimbau pemerintah agar terus mengoptimalkan edukasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat. Tentu cara edukasi yang dilakukan kepada warga Surabaya dan Bangkalan metodenya berbeda. Makanya dalam hal ini perlu ada keterlibatan tokoh masyarakat, serta tokoh agama sekitar.

“Ada budaya-budaya yang harus dipahami. Karena edukasi tanpa keterlibatan masyarakat, maka edukasinya tidak nyampai. Ini kita khawatir dianggap malah menghambat, memburuk-burukkan suatu kota atau kabupaten. Karena itulah kita harus mengajak masyarakat untuk edukasi yang sama bukan hanya pemerintah saja,” pesan dia.

Sedangkan mengenai diterapkannya kebijakan screening dan swab di kedua arah Jembatan Suramadu, Prof Pandu pun menyatakan sepakat. Dia menilai bahwa kebijakan ini sebagai upaya melindungi penduduk, baik yang akan menuju Surabaya maupun Bangkalan, Madura.

“Baik penduduk Surabaya atau Madura yang melakukan perjalananan ke Madura maupun sebaliknya itu harus melalui testing. Karena virus ini bisa kena kepada siapa saja,” papar dia.

Prof Pandu juga menyarankan agar kebijakan swab di kedua sisi akses Suramadu diberlakukan hingga angka positivity rate rendah. Misalnya, positivity rate telah mencapai di bawah 5 persen atau posisi 1 persen. Setelah itu intensitas swab di penyekatan ini bisa dikurangi atau tidak dilakukan dalam tiap hari. (Syaiful)

banner 468x60)

Posting Terkait

Email Autoresponder indonesia