Pancasila Sebagai Perekat Kehidupan Bangsa

1123 views

image

Sumenep, maduracorner.com- Lembaga Studi Pemuda Pancasila Sumenep (LSPPS), menyakini Pancasila sebagai perekat kehidupan bangsa yang heterogen, rupanya dilahirkan kebanyakan dari sosok-sosok penganut agama Islam. Panitia sembilan yang terbentuk pada 1 Juni 1945 untuk merumuskan pancasila, notabene merupakan umat Islam.

Hanya satu yang beragama Kristen, yakni Alexander Andries Maramis. Delapan tokoh lainnya di antaranya
Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, Wahid Hasjim, Abdoel Kahar Moezakir,  Abikusno Tjokrosujono, dan Agus Salimberagama Islam.

Itu dapat diartikan bahwa pancasila merupakan buah ijtihad umat Islam dalam rangka merekatkan kehidupan bangsa yang majemuk. Hal itu disampaikan pada acara diskusi yang digelar Lembaga Studi Pemuda Pancasila Sumenep (LSPPS) pada hari Sabtu (27/6/15) kemarin di jalan tronojoyo Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Diskusi yang dikemas dengan buka bersama dihadiri sekitar 30 mahasiswa itu juga menyimpulkan bahwa apa pun yang berusaha merongrong nilai pancasila sudah bertentangan dengan ajaran Islam.

Ahmad Halimi selaku pemateri, memaparkan bahwa pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan Islam. Justru di dalamnya memuat ajaran berbau Islami. Dia mengetengahkan sebuah cerita tentang nilai Islam dalam pancasila itu.

Ada salah satu kyai besar meletakkan gambar garuda pancasila di depan rumahnya. Pada suatu ketika, kedatangan seorang tamu. Tamu itu bertanya tentang bagaimana cara beragama yang baik menurut Islam. Kiai itu pun menjawab dan menunjuk gambar garuda pancasila miliknya. Kata kyai itu, ketuhanan yang maha esa diartikan kepada Tuhan harus punya hubungan baik.

“Salat yang baik. Puasa yang baik. Kemanusiaan yang adil dan beradab diartikansesama manusia harus baik, bersikap adil, sopan, dan tunjukkan tatakrama,” paparnya.

Penulis:  Ari
Editor:  Gebril

Email Autoresponder indonesia