Pandemi, Gugatan Cerai di Bangkalan Mencapai 1.461 kasus

341 views

Bangkalan, Maduracorner.com, Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bangkalan mencatat angka perceraian dimasa pandemi Covid-19 meningkat tajam dari biasanya, yakni mencapai 1.461 perkara.

Jumlah itu terbilang meningkat apabila dibandingkan dengan priode yang sama pada tahun lalu, yakni terhitung bulan Januari hingga Oktober.

“Jumlah kasus perceraian di Bangkalan mayoritas dipicu oleh masalah ekonomi, apalagi dimasa pandemi Covid-19 hingga perselingkuhan,” kata Humas Pengadilan Agama Bangkalan, M. Rasid saat dihubungi Maduracorner.com. Jumat, (20/11).

Rasid mengatakan, pada tahun 2020 laporan perkara yang diterima PA Bangkalan dari bulan Januari hingga Oktober 2020 sebanyak 1.461 perkara selama 10 bulan terakhir.

Dari 1.461 perkara, 862 perkara adalah gugatan yang diajukan oleh istri terhadap suami (Cerai gugat) sedangkan sisanya 599 perkara adalah cerai talak yaitu permohonan yang diajukan suami kepada pengadilan agama untuk memperoleh izin menjatuhkan talak kepada istri.

Sementara itu, perkara yang sudah diputus oleh pengadilan agama kabupaten Bangkalan dari 1.461 perkara itu sebanyak 1.336. Dengan rincian 553 cerai talak dan 803 cerai gugat.

Ditanya penyebab kasus perceraian pada masa pandemi seperti ini Rasid mengatakan, mayoritas alasan perceraian karena faktor ekonomi.

“Kalau dilihat secara mayoritas alasan perceraiannya adalah faktor ekonomi dan bilangnya kebutuhan tidak tercukupi,” jelasnya.

Ia menambahkan, melihat tingginya angka penceraian di kota dzikir dan sholawat M. Rasid selaku Humas Pengadilan Agama berharap agar masyarakat tidak melakukan penceraian. Kita hanya berkewajiban menasehati mereka agar rukun kembali.

“Kalau bisa jangan cerai, kalau cerai Allah murka. Kita hanya bisa menasehati, yang menjalankan saya juga tidak tahu bagaimana panasnya rumah tangganya karena itu masalah hati. Tapi jika tidak mau rukun lagi ya apa boleh buat,” tuturnya.

Saat dimintai data pada bulan ini, Rasid mengatakan belum direkap karena masa November belum selesai. “Untuk November kan masih berjalan, tapi nampaknya trendnya sama. Kasusnya meningkat, “pungkasnya. (Ris)

Email Autoresponder indonesia