Pangeran Ongguk, Raja Madura Yang Masuk Islam Hanya Dengan Cara Menggangguk

Pasarean Atau Makam Pangeran Ongguk di Bangkalan, Madura-foto: Mamad/MC.com

Pasarean Atau Makam Pangeran Ongguk di Bangkalan, Madura-foto: Mamad/MC.com

 
Menjadi Awal Dipeluknya Islam di Kawasan Madura Barat | Oleh Mamad el Shaarawy

maduracorner.com, Bangkalan – Penyebaran agama Islam di tanah Madura tidak bisa lepas dari perjalanan sejarah kerajaan di wilayah Madura Barat. Raden Pragalbo sang penguasa Kraton Plakaran (sekarang masuk wilayah Kabupaten Bangkalan) dikenal dengan julukan Pangeran Ongguk. Satu hal yang unik, Raden Pragalbo masuk Islam hanya dengan cara mengangguk.

Makam sang pangeran terletak di kompleks Pemakaman Agung atu pasarean di kecamatan Arosbaya – Bangkalan bersama sejumlah kerabat kerajaan lainnya. Kompleks pemakaman ini diakui sebagai salah satu cagar purbakala yang juga terdaftar di Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur.

Sebagai salah satu keturunan raja Majapahit, Brawijaya V, Raden Pragalbo adalah pemeluk Hindu yang taat begitu pula rakyatnya pada tahun 1531 masehi.
 
Masuknya Islam ditandai ketika putra mahkota, Raden Pratanu, menuntut ilmu di Kudus – Jawa Tengah. Ilmu yang beliau dalami adalah sebuah agama baru yang disebarkan para wali songo. Keputusan sang pangeran untuk mondok di Kudus ini atas permintaan Sunan Kudus dan memang diijinkan oleh Raden Pragalbo atau ayahanda Raden Pratanu.

Meski begitu, agama Islam tetap sulit berkembang di Madura khususnya di wilayah bagian barat karena keengganan Raden Pragalbo sebagai raja untuk memeluk islam. Bahkan rayuan putr mahkota Raden Pratanu tidak menggoyahkan hati sang raja.

Hingga tiba saatnya saat Raden Pragalbo mulai sepuh dan sakit-sakitan. Sebagai seorang anak yang berbakti, Raden Pratanu terus menemani sang ayah sambil berupaya membimbing beliau agar mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat utama masuk Islam.
 
Pada suatu saat, Raden Pragalbo tiba-tiba menganggukkan kepala kala Raden Pratanu sedang membimbingnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Upaya mengangguk kepala ini sebagai isyarat bahwa beliau setuju masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut dalam hati. Hal ini dilakukan karena penyakit sang raja sudah sedemikian parah hingga tidak bias berkata atau berucap apapun. Beberapa detik kemudian setelah mengangguk kepala itulah, sang raja Raden Pragalbo wafat dipelukan Raden Pratanu.

Menganggukkan dalam bahasa Madura berarti ongguk. Maka sejak itulah Raden Pragalbo lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Ongguk.

Berita tentang Raden Pragalbo yang masuk Islam ini kemudian menyebar di kalangan rakyat dan selanjutnya diikuti oleh seluruh rakyatnya. Meski demikian, agama Islam awalnya lebih dikenal dengan sebutan Islam Ongguk mengacu pada proses masuknya Raden Pragalbo atau Pangeran Ongguk saat masuk Islam.

Mangkatnya Raden Pragalbo kemudian diganti oleh Raden Pratanu atau yang juga dikenal dengan sebutan Ki Lemah Duwur.

Dibawah pemerintahannya, Islam menjadi agama baru yang terus berkembang. Raden Pratanu pun membenahi akidah dan syariat islam di kalangan rakyatnya termasuk prosesi masuk islam yang tidak hanya sekedar mengangguk tapi juga harus mengucapkan sumpah dua kalimat syahadat, yakni bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan bersaksi NabiMuhammad SAW adalah utusan Allah SWT.

Meski masuk Islam hanya dengan sekedar mengangguk di penghujung hayatnya, Raden Pragalbo atau Pangeran Ongguk benar-benar diakui sebagai Raja pertama di kawasan Madura Barat yang masuk Islam. (Mad)